Rabu, 23 Maret 2011

KERJA ADALAH SEBUAH KEHORMATAN

KERJA ADALAH SEBUAH KEHORMATAN

Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju
restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang
telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah
seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda
tersebut, “Pak mau beli kue, Pak?”
Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab “Tidak,
saya sedang makan”. Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa
dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda
itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab: “Tidak Dik saya
sudah kenyang”.
Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari
warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan
usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan
bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan
kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh
buat orang di rumah”. Ini adalah sebuah usaha yang gigih
membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba
pas-pasan ini.
Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak
kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. “Pak
mau beli kue saya?”, pemuda yang ditawarkan jadi risih juga
untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang
Rp 2000,- dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.
“Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap
saja ini sedekahan dari saya buat adik”.
Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan
kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi
jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasihkan
kepada orang lain. “Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa
tidak kamu ambil?. Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu
menjawab, “Saya sudah berjanji sama ibu di rumah, ingin
menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan
bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu
terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha
kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis”.
Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan
anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran
seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa “kerja itu
adalah sebuah kehormatan”, kalau dia tidak sukses bekerja
menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di hadapan ibunya
mempunyai nilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya,
bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke
rumah melihat ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan
senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik
dan menghasilkan uang.
Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan
lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi
karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu “kerja adalah
sebuah kehormatan”, ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah
bekerja dengan baik.
Makna yang bisa diambil:
Kerja bukanlah masalah uang semata, namun lebih mendalam
mempunyai sesuatu arti bagi hidup kita. Kadang mata kita
menjadi “hijau” melihat uang, sampai akhirnya melupakan apa
arti pentingnya kebanggaan profesi yg kita miliki.
Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi,
namun yang lebih penting adalah etos kerja, dalam arti
penghargaan terhadap apa yang kita kerjakan. Sekecil apapun
yang kita kerjakan, sejauh itu memberikan rasa bangga di dalam
diri, maka itu akan memberikan arti besar.

Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 2. Hal. 304-306. ISBN 978-6028-686-938.

Info buku, silakan klik link (tautan) di bawah ini:
http://www.facebook.com/pages/Mutiara-Kalbu-Sebening-Embun-Pagi/116810518359465

Kamis, 10 Maret 2011

Tahlil dan Yassin

Tahlil dan Yassin

Assalam.Wr.Wb..?
Bissmilah.....
Islam mengajarkan membaca Alquran adalah ibadah. Artinya orang yang membaca Alquran akan mendapatkan pahala, baik dia faham ataupun tidak, baik dibaca dengan keras ataupun pelan, baik dibaca secara berjamaah ataupun sendiri-sendiri. Karena itu tidak mengherankan jika kitab suci Alquran merupakan satu-satunya kitab suci yang paling banyak dibaca oleh manusia di muka bumi ini. Baik oleh ummat muslim sendiri ataupun non muslim. Bahkan Alquran merupakan satu-satunya kitab suci yang paling banyak dihafal oleh manusia.

Membaca Alquran yang dinilai ibadah dan mendapatkan pahala adalah seluruh ayat dan surat, mulai dari al-Fatihah sampai an-Nas. Surat Yasin adalah salah satu surat dalam Alquran sehingga membacara Yasin adalah ibadah dan mendapatkan pahala.

Sedangkan tahlil/tahlilan adalah sebuah ritual dzikir berupa pembacaan kalimah thoyyibah (bacaan yang baik) berupa Alquran, solawat dan dzikir. Penyebutan ritual dengan istilah tahlilan dilatarbelakangi adanya bacaan dzikir, yaitu kalimat tauhid (la ilaha illallah) yang menjadi inti di dalamnya. Sehingga dilihat dari aspek materialnya tahlilan adalah dzikir dengan rangkaian bacaan yang disusun secara khusus. Dzikir dalam Islam termasuk ibadah juga.

Dalil mengenai membaca Yasin banyak dijumpai di dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Yang secara eksplisit antara lain menjelaskan tentang membaca Yasin adalah: ”Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati dan hati Alquran adalah surat Yasin. Barang siapa membaca Yasin maka Allah akan mencatatnya seperti membaca Alquran secara keseluruhan sebanyak 10 kali.” (HR At-Tirmidzi).

Sedangkan dalil Alquran yang memerintahkan berdzikir di antaranya ”Hai orang-orang yang beriman dzikir kepada Allah dengan banyak dan bertasbihlah di waktu pagi dan sore.” (QS.Al-Ahzab/33:41). Dan dalil tentang dzikir dalam Hadis Nabi SAW di antaranya dalam Hadis Qudsiy: ”Aku adalah tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku (berdzikir).” (HR.Bukhari-Muslim).

Sedangkan dalil yang menerangkan tentang dzikir secara berjamaah adalah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abi Hurairah yang menyatakan: ”Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya memiliki kendaraan yang penuh dengan keutamaan yang akan mencari majlis dzikir, jika mendapati majlis dzikir maka mereka turun dan menaungi majlis itu dengan sayap-sayapnya yang memenuhi langit,…” dan banyak lagi hadis yang lain.

Dzikir secara berjamaah termasuk di dalamnya membaca Yasin dan tahlil bersama-sama dilihat dari aspek kebersamaan lebih menampakkan persatuan dan kesatuan umat Muslim dibandingkan sendiri-sendiri. Dan ini juga sekaligus salah satu contoh manfaat berjamaah, yaitu syiar Islam lebih nampak dalam kehidupan ini.
Di Indonesia, mambaca Yasin kemudian dilanjutkan dengan membaca tahlil berjamaah adalah sudah menjadi tradisi. Tradisi semacam ini selama tidak menyimpang dari prinsip dasar (dalil) tersebut di atas adalah baik dan perlu dilestarikan. Anda tidak perlu ragu menjalankan tradisi tersebut karena khawatir kalau termasuk kategori bid’ah. Bid’ah sendiri tidak selamanya sesat, karena ada bid’ah yang bersifat nisbi (bid’ah idhafi). Bid’ah ini tidak sesat, karena menyangkut teknik ibadah seperti tradisi Yasinan dan Tahlilan. Kalau amalan itu sudah mengubah substansi ajaran Islam, yaitu telah menyimpang dari prinsip, dasar dalam Islam, maka dilarang. Inilah yang disebut bid’ah haqiqi (bid’ah substantif).

Sementara tentang Yasin Fadlilah, memang ada sebagian umat Islam yang mempraktikkannya, malah tidak sekadar sebagaimana yang Anda sebutkan dalam pertanyaan di atas, tetapi masih ada tambahan bacaan lain yang disisipkan. selama hanya mengulang-ulang bacaan seperti yang Anda sampaikan, maka tidak perlu dipersoalkan. Karena pada prinsipnya adalah surat Yasin juga yang dibaca. Wallahu a’lam bis-shawab. Demikian semoga bermanfaat, Amin.(35)

http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/09/ragam03.htm

Keyakinan,Iman,Ketetapan Dalam Hati Untuk Agama Dan Pola Fikir Kita

Keyakinan,Iman,Ketetapan Dalam Hati Untuk Agama Dan Pola Fikir Kita

AssalamuAlaikum.Wr.wb..?
Bissmilah...
Bila kini Semakin Banyak Genjar-genjarnya untuk saling mendigte Tentang Sikap Org Yg tidak Bisa Bertanggung Jawab Dengan saling mejelekkan,atau saling membedakan dan menganggap dirinya paling benar di Mata ALLAH.SWT,Denger memberikan fatwa yg tidak mungkin akan Benarnya Wallahu A'lam..Mari Kita Dengarkan Apa Kata Hati kita bicara,ikutilah apa yg sesuai dengan keyakinan kita tentang agama yg kita anut dari sejak Kita Lahir dan berdasarkan keyakinan bahwa itulah yg kita pas di hati dan sesuai dengan Syari'at-NYA dan tidak karna paksaan dan karna iming2 atau rayuan,tegaslah....
Bissmilahi Tawakaltu Alallah....Jasakallahu Khairan...Wassalam.wr.wb.

Selasa, 08 Maret 2011

Misteri Setan 6



Diungkapkan awal pendirian zionis, pembentukan jaringan dan cara mereka yg tersembunyi, dan canggih. Saksikan bagaimana mereka menggunakan cara dalam membentuk sebuah komunitas yg mendominasi dunia saat ini

Berkat Sahabat

Berkat Sahabat


Ini kisah persahabatan dua anak manusia. Yang seorang
adalah putra presiden, yang lain pemuda rakyat jelata bernama Pono.

Persahabatan ini sudah terjalin sejak mereka masih di bangku sekolah. Pono punya kebiasaan yang kadang menjengkelkan. Apa pun peristiwa yang terjadi di depannya selalu dianggap positif. "Itu Baik!” katanya
senantiasa.

Hari itu seperti yang sering mereka lakukan, Pono menemani sahabatnya berburu. Tugasnya membawa senapan dan mengisi peluru agar selalu siap digunakan. Entah kenapa, barangkali belum terkunci secara sempurna, setelah diserahkan kepada sahabatnya senapan itu
meletus. Akibatnya cukup fatal. Ibu jari putra presiden terkena terjangan peluru dan putus. Melihat itu tanpa sadar dengan kalemnya Pono berkomentar. "Itu Baik!” Kontan sahabatnya naik pitam. “Bagaimana Kau ini! Jempolku putus tertembak, malah dibilang Baik.
Brengsek!” Agaknya, kali ini kelakuan Pono tak termaafkan. Ia dijebloskan ke penjara.

Beberapa bulan kemudian, sang putra presiden kembali pergi berburu ke Afrika. Malang, ia tersesat di hutan lebat dan ditangkap suku primitif yang masih kanibal. Malam harinya, dalam keadaan terikat ia akan dibakar untuk disantap ramai-ramai. Anehnya, mendadak ia dibebaskan. Belakangan ketahuan, suku tersebut pantang memangsa
makhluk yang organ tubuhnya tidak lengkap.

Nasib baik itu membuat sang putra presiden termenung. Ia teringat kembali peristiwa ketika jempolnya putustertembak lantaran ulah
Pono. Ia kemudian menemui Pono di penjara.

"Ternyata Kau benar. Ada baiknya jempolku tertembak, ”katanya sambil menceritakan peristiwa yang baru sajadialaminya di Afrika.
"Aku menyesal telah memenjarakanmu.".
“Oh, tidak!’ Bagiku, ini Baik!”

“Bagaimana kau ini? Memenjarakan teman kau bilang baik?”

“Kalau aku tidak dipenjara, pasti saat itu aku bersamamu.”

Kisah satir ini mengingatkan pada pernyataan Randolph Bourne, intelektual Amerika yang juga anak didik John Dewey. Katanya, seorang teman itu memang dipilih untuk kita berdasarkan hukum perasaan yang tersembunyi, bukan oleh kehendak sadar kita si manusia. *

TIGA PERTANYAAN

TIGA PERTANYAAN

Ada seorang pemuda yang mencari seorang guru
agama, pemuka agama atau siapapun yang bisa
menjawab tiga pertanyaannya. Akhirnya sang
pemuda itu menemukan seorang bijaksana.
Pemuda (P) : Anda siapa? Bisakah menjawab pertanyaan-pertanyaan
saya?
Bijaksana (B) : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan
menjawab pertanyaan anda.
P : Anda yakin? Sedang profesor dan banyak orang pintar saja
tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
B : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
P : Saya punya tiga buah pertanyaan.
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada
saya.
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukkan ke neraka
yang terbuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan,
sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak
pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba sang orang bijaksana tersebut menampar pipi si
pemuda dengan keras.

P (sambil menahan sakit) : Kenapa anda marah kepada saya?
B : Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawaban saya atas
tiga buah pertanyaan yang Anda ajukan.
P : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
B : Bagaimana rasanya tamparan saya?
P : Tentu saja saya merasa sakit.
B : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
P : Ya.
B : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu!
P : Saya tidak bisa.
B : Itulah jawaban pertanyaan pertama. Kita semua merasakan
keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudNya
B : Apakah tadi malam Anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
P : Tidak.
B : Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah
tamparan dari saya hari ini?
P : Tidak.
B : Itulah yang dinamakan Takdir.
B : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar
anda?
P : Kulit.
B : Terbuat dari apa pipi anda?
P : Kulit.
B : Bagaimana rasanya tamparan saya?
P : Sakit
B : Walaupun setan dan neraka sama terbuat dari api, neraka
tetap menjadi tempat menyakitkan untuk setan.

MENGGAPAI KEBAHAGIAAN

MENGGAPAI KEBAHAGIAAN

Suatu ketika, di tepian telaga kelihatan seorang pemuda
sedang duduk termenung. Tatapan matanya kosong,
menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru
mata angin telah di laluinya, namun tidak ada satupun titik yang
membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara
yang menyapanya.
“Sedang apa kau di sini wahai anak muda?” tanya seseorang.
Rupanya ada seorang lelaki tua.
“Apa yang kau risaukan..?”
Anak muda itu menoleh ke samping, “Aku lelah Pak Tua. Telah
berbatu-batu jarak yang ku tempuh untuk mencari kebahagiaan,
namun tak juga ku temukan rasa itu dalam diriku. Aku telah
berlari melalui gunung dan lembah, tapi tidak ada tanda
kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemanakah aku harus
mencarinya? Bilakah akan ku temukan rasa itu?”
Lelaki tua itu duduk semakin dekat, mendengarkan dengan
penuh perhatian. Dipandangnya wajah lelah di depannya. Lalu,
dia mulai berkata, “Di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu
ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu
buatku.”
Mereka berpandangan.
“Ya... tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu,”
Pak Tua mengulangi kalimatnya lagi.
Perlahan.... pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah,
taman. Tidak berapa lama, ditemuinya taman itu. Taman yang
semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang sedang mekar.
Maka tidak heranlah, banyak kupu-kupu yang berterbangan di
sana. Dari kejauhan Pak Tua melihat, memperhatikan tingkah
yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu.
Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-ngendap,
ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu
luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Dia tidak ingin
kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Dia gagal. Dia mulai
berlari tak beraturan.
Diterjangnya sana-sini. Dirempohnya rerumputan dan tanaman
untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan
perdu di sana. Gerakannya semakin liar.
Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupukupu
yang dapat ditangkap. Si pemuda mulai kelelahan.
Nafasnya semakin kencang, dadanya bergerak naik-turun
dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, “Hentikan dulu
anak muda. Istirahatlah.”
Tampak Pak Tua yang berjalan perlahan. Ada sekumpulan kupukupu
yang berterbangan di sisi kanan dan kiri Pak Tua. Mereka
terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu.
“Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan
menerjang? Merempoh-rempoh tak tentu arah, menerobos
tanpa peduli apa yang kau rusak?” Pak Tua menatap pemuda
itu.
“Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu.
Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau
buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.”
“Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Kerana
kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau
sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam
hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemanamana.
Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang
sendiri.”
Pak Tua mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor
kupu- kupu yang hinggap di hujung jari. Terlihat kepak-kepak
sayap kupu- kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan.
Pesonanya begitu mengkagumkan, kelopak sayap yang
mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam
hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka
yang mampu menyelaminya.
……………………….

PENGAJARAN CERITA INI:
Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu.
Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi
mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat
mencarinya dengan menerjang sana-sini, merempoh sana-sini,
atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat
saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru
arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti
menangkap buruan yang dapat kita santap setelah
mendapatkannya.
Namun kita belajar. Kita belajar bahawa kebahagiaan tidak boleh
di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia
bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang
dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah
aroma dari udara itu. Kita belajar bahawa bahagia itu memang
ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula
kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha
meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.

Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa
itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah
kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam
bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam
sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah
bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan
hati kita.
Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di
sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu “hinggap” di hati kita,
namun kita tidak pernah memperdulikannya. Mungkin juga,
bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu
acuh untuk menikmatinya.

Minggu, 06 Maret 2011

MEMBACA SEBAGAI PROSES PERKEMBANGAN KETRAMPILAN


            MEMBACA SEBAGAI PROSES PERKEMBANGAN KETRAMPILAN    
           
           


Telah dilukiskan secara cukup panjang lebar bahwa membaca itu merupakan latihan yang sangat kompleks yang sangat tergantung pada bermacam-macam  faktor. Sifat proses perkembangan ketrampilan itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

    *

      Ketrampilan itu objektif. Satu di anatara hal yang mula-mula kita sadari waktu meneliti proses perkembangan ketrampilan membaca ialah bahwa perkembangan ketrampilan membaca itu bersifat objektif. Hal tersebut dipandang objekif karena dalam perkembanganya tidak tergantung pada materi, metode, ataupun tingkatan-tingkatan akademis. Pandangan seperti itu tidak mempunyai arti penolakan terhadap adanya ketrampilan membaca dalam proses yang sangat erat kaitannya.

      Satu bagian terenting dari proses perkembangan itu ialah identifikasi ketrampilan yang akan diajarkan. Jika ketrampilan tertentu sudah dapat diidentifikasi, satu dari sejumlah metode yang demmikian banyak yang akan dipakai sudah dapat digunakan untuk mengajar anak. Seorang anak mungkin akan dapat belajar melalui program visual; anak yang lain akan merasakan kemudahan belajar membaca itu melalui penglihatan; dan yang lain melalui kinestik. Meskipun buku bacaan permulaan menyajikan materi yang layak, Anda mungkin mempunyai keinginan untuk menggunakan surat kabar, majalah, dan katalog untuk mengajarkan membaca kepada pembaca dewasa.

      Anda tahu bahwa perkembangan ketrampilan itu tidak terikat pada materi dan metode tertentu atau pun pada tingkatan kelas. Pada hakikatnya, ketrampilan itu adalah ketrampilan. Kita tidak mengenal ketrampilan anak peringkat kata satu atau anak kelas enam atau kelas delapan. Berdasarkan hal tersebut, Anda sebagai guru dituntut untuk menyadari seluruh ketrampilan. Supaya sampai pada faktor-faktor yang diperlukan anak pada suatu tingkat perorangan, Anda harus mengetahui ketrampilan yang mana yang kan mendahului ketrampilan yang sedang diajarkan itu dan ketrampilan mana yang mengikutinya.
      
    *

      Ketrampilan itu mempunyai sifat berlanjut. Meskipun ketrampilan itu tidak terikat pada tingkatan kelas anak, namun kaitannya tetap tampak. Ini tidak berarti bahwa Anda harus mengajarkan konsonan awal sebelum mengajarkan konsonan akhir, tanda titik sebelum tanda tanya, atau membaca fakta sebelum membaca untuk mencari ide utama. Anak akan mampu mencari materi sumber secara mandiri setelah menguasi ketrampilan-ketrampilan prasyarat.
      
    *

      Ketrampilan itu digeneralisasikan. Di samping objektif dan bertahap, ketrampilan itu bersifat tergeneralisasikan. Ketampilan dasar dalam membaca dapat digeneralisasikan sehingga anak yang telah menguasai ketrampilan tersebut dituntut untuk menerapkannya kapan saja dan di mana m saja jika situasinya menghendaki penggeneralisasian itu. Jika anak telah menguasai cara memahami kata secara mandiri, baginya tidak akan merupakan masalah di mana pun kata itu berada, baik dalam teks matematika, buku latihan geografi, atau pun di dalam sebuah novel. Penggunaan konteks kalimat dalam upaya memahami makna kata merupakan ketrampilan yang sama dan tidak terikat pada pelajaran yang mana pun.

Dalam perkembangan ketrampilan  dikenal tahapan-tahapan, atau tngkatan-tingkatan. Kata tahapan dan tingkatan dalam pembicaraan tentang proses perkembangan ketrampilan tidak mempunyai arti tingkat-tingkat yang berlainan makna. Seorang anak tidak perlu berhenti berkembangan untuk ketrampilan tertentu karena dia harus mulai mengembangkan ketrampilan lainnya.

    *

      Dasar proses perkembangan ketampilan ialah perkembangan konsep. Hal tersebut mulai dengan penglaman anak yang mula-mula sekali yang terus berkembang seumur hidupnya. Perkembangan konsep itu merupakan prasyarat untuk membaca, sama juga halnya untuk menyimak dan berbicara. Pengembangan konsep itu merupakan bank pengetahuan yang bagi anak berfungsi sebagai tempat menyimpan dan mengambil informasi secara terus-meneus. Dalam pertumbuhannya itu anak-anak tumbuh dan berubah, demikian juga pebendaharaan konsepnya akan terus tumbuh dan berubah-ubah.

      Pertumbuhan dan perubahan konsep anak banyak bergantung pada latar belakang pengalamannya. Anak yang mmpunyai semacam lingkungan saja, tingkat komunikasi yang itu-itu juga, serta pengalaman yang sejnis, akan tehambat perkmbangan kosakatanya. Anak mengenalmakna kata-kata itu mellui pendengaran penggunaannya dan upaya menggunakannya sendiri.
    *

      Tahap perkembangan yang kedua merupakan pengenalan danidentifikasi. Pada waktu anak membina dasar-daar konsep yang pertama dia mulai pula menghubungkan konsep-konsepnya itu dengan stimuli tertentu. Contoh yang jelas mengenai hal ini dalam keiatan membeca ilah pengenalan huruf dan kata. Dia belajar menghubungkan huruf dan kata atau kombinasi huruf dan kombinasi kata itu dengankonsep-konsep yang bermakna baginya. Jika dia brhasil mengkombinsikankeduanya itu, ialah stimulus dan konsep, maka dia pun memperoleh makna dari pengalamannya itu.
    *

      Tahapankeiga perkembangan itu merupakan interpretasi mengenai informaasi . Anda tentutahubahwa anak sudah mulai dengankegiatan menginterpretasikan informasi itu sejakawal proses, meskipun upayanya itu belum jelas., Dalam hal kita perlu membedakan dua interpretawsi: yang literal dan yang inferensial. Interpretasi literal ialah interpretasi fakta keika faka  itu dihadapkan . Contoh interpretasi literal yang merupakan ketrampilan pemahaman tampak pada kaliamat dan pertanyaa di bawah ini.

      Colombus menemukan benua Amerika tangga 12 Oktober 1492.

      (1) Siapakah yang menemukan benua Amerika?
      (2) Kaankah Colombus menemukan Amerika?
      (3) Negri apaka yang ditemukan Colombus?

Meski kkedua contoh itu terlalu disederhanakan, bentuknya sama dengan tes untuk mengetahui interpretasi literal. Anda melihat bahwa tuagas tersebut lebih dari menyuruh mencocokkan fakta dan pertanyaan. Jika anak tidak diizinkan melihatk kembali kalimat-kalimat stimulus, berarti kita telah memasukkan unsur ingatan ke dalamnya. Pernyataan stimulus yang sama boleh digunakan sebagai dasar pertanyaan  yang bersifat inferensial, seperti, Menurut pikiranmu, bagaimana kira-kira perasaan Colombus saat melihat Amerika pertama kali? Pertanyaan yang terakhir ini mengubah isi harapan, oleh sebab itu, mengubah pula penugasannya.

Perbedaan utama antara interpretasi literal dan interpretasi inferensial terletak pada harapan siswa itu sendiri. Sifak ekstrinsik seperti yang tampak pada ketiga pertnyaan dan sifat intrinsik seperti tampak pada pertanyaan terkahir merupakan hal perlu dipahami. Untuk melukiskan perbedaan antara inerpretasi literal dan interpretasi inferensial cobalah perhatikan paragraf berikut ini dan pertanyaan-pertanyaan yang mengikutinya yang bersifta inferensial.

      Joko menaruh sepeda barunya  di trotoar persis di depan rumah Kino. Kino melihat-lihat sepeda itu. Dia ingin benar memiliki sepede baru seperti itu. Kepunyaanya sudah tidak keruan catnya, bunyi-bunyi berdenyit dan gemeretak pun terdengar jika Kino menaikinya. Akan tetapi, sepeda baru sangat mahal sekarang, sedangkan Kino sangat miskin.

      Pertanyaan

      (1) Bagaimana kamu tahu bahwa Kino tidak punya seeda baru?
      (2) Dimanakah ceita iotu terjadi?
            a. di desa
            b. di kota
            c. di daerah perkebunan

      (3) Menurut pikianmu,apa sebababnya Joko mau supaya Kino melihat seepeda barunya
            itu?

Bagaiman pendapat anda tentang pertanyaan-pertanyaan di atas itu ? Memang benar, untuk menjawab ketiga pertanyaan itu diperlukan tiga macam informasi. Ada tiga macam informasi untuk menjawab pertanyaan yang pertama : (1) Kino ingin sekali sepeda baru ; (2) Sepeda Kino sudah berbunyi-bunyi dan tidak keruan lagi catnya; dan Kino sangat miskin.

Untuk menjawab pertanyaan kedua, hanya ada informasi yang bisa digunakan. Baik di desa maupun di perkebunan tidak ada trotoar. Oleh sebab itu, dapatlah dipastikan bahwa kejadian itu berlangsung di kota.

Terhadap pertanyaan ketiga tidak ada jawaban yang benar yang bisa diberikan . Kita tidak mempunyai fakta sebagai dasar jawaban kita. Dalam hal ini setiap jawaban yang logis haruslah dianggap benar. Jawaban kita mungkin mencerminkan pengalaman yang mempunyai kesamaan dengan alasan untuk menunjukkan benda baru yang kita miliki.

Dengan demikian inferensi itu meliputi interpretasi dan kombinasi fakta dan pengalaman apapun yang kita miliki yang dapat kita gunakan untuk memenuhi harapan kita. Pada suatu waktu tertentu inferensi itu bisa meliputi analogi, pengenalan, interpretasi, dan terjemahan atas suatu fakta. Pada waktu lain lagi inferensi itu bisa menuntut kita untuk memintasi pengalaman pribadi pada waktu berupaya untuk mengidentifikasi secercah informasi yang mempunyai relevansi dengan harapan.

Tahap proses perkembangan ketrampilan yan keempat ialah aplikasi dan generalisasi. Meskipun akan sudah memiliki dasar konsep yang boleh dikatakan layak dan menguasai ketrampilan-ketrampilan yang terlibat ke dalam rekognisi atau pengenalan, identifikasi, dan interpretasi informasi, prosesnya belum tentu lengkap. Dia boleh jadi belum memiliki kemampuan untuk menerapkan dan menggeneralisasikan ketrampilan dan informasi yang diperolehnya itu. Dia tidak akan sampai pada taraf pembaca yang mandiri sebelum memiliki kemampuan tersebut.

Kita dapat melihat contoh-contoh penerapan dan generalisasi itu pada setiap tahapan proses perkembangan. Generalisasi dan interpretasi itu merentang dari pengenalan, seperti pengenalan ciri-ciri melati, ros dan kenanga sebagai bunga, c kecil, C kapital dan c tulisan tangan itu dibunyikan sama. Kemampuan anak itu belum cukup jika berhenti pada pengenalan. Dia baru boleh dianggap menguasai informasi itu jika sesudah mengenalnya mampu pula mengaplikasikannya dan menggeneralisasikannya.








Artikel:
BAGAIMANA MENINGKATKAN MUTU HASIL PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH

Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum.
Nama & E-mail (Penulis): Diba Artsiyanti Ediyana Putri
Saya Guru di PIKMI Ganesha
Tanggal: 2 Maret 2002
Judul Artikel: BAGAIMANA MENINGKATKAN MUTU HASIL PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH
Topik: Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah

Artikel:
Diba Artsiyanti E.P. , S.S.

Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu kemampuan yang sangat menentukan dalam memperoleh lapangan kerja akhir-akhir ini. Fenomena inilah yang mendasari munculnya berbagai macam kursus Bahasa Inggris di seluruh wilayah Indonesia. Terlepas dari bagaimana sesungguhnya mutu dari kursus-kursus Bahasa Inggris yang ada di Indonesia ini, tersirat suatu keadaan yang memprihatinkan yaitu kurang baiknya mutu hasil pengajaran Bahasa Inggris di sekolah-sekolah.

Mengapa penulis mengambil kesimpulan demikian? Tentunya bukan tanpa dasar. Secara logika, kita dapat mengajukan argumentasi bahwa tidak mungkin kursus-kursus Bahasa Inggris sedemikian menjamurnya di Indonesia jika hasil pengajaran Bahasa Inggris di sekolah ternyata memuaskan. Jika demikian halnya, maka kursus Bahasa Inggris yang ada hanyalah yang ditujukan untuk kepentingan-kepentingan khusus seperti untuk memperoleh sertifikat TOEFL, IELTS, dan lain-lain serta bukan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Tapi kenyataannya, mayoritas kursus Bahasa Inggris yang ada adalah yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, bukan untuk tujuan-tujuan lain.

Keadaan ini tentunya menimbulkan masalah. Bagi para siswa yang datang dari keluarga menengah ke atas, masalah kesulitan berbahasa Inggris ini dapat diatasi dengan mudah. Mereka tinggal menunjuk kursus Bahasa Inggris mana saja yang mereka suka dan mulai belajar. Tetapi, bagaimana halnya dengan para siswa yang berasal dari kalangan bawah? Hal ini tentunya merupakan kesulitan tersendiri karena, kadang-kadang, jangankan untuk membayar uang kursus, untuk makanpun mereka masih harus mencari uang selepas sekolah. Lalu apa dampaknya? Tentu sangat jelas. Karena perusahaan-perusahaan papan atas yang ada di negara ini selalu mencantumkan persyaratan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu syarat untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut, maka hilanglah kesempatan para siswa yang berasal dari kalangan bawah ini untuk dapat masuk ke wilayah kerja yang dapat memberikan penghasilan yang lebih besar. Mereka akhirnya hanya dapat bekerja di perusahaan-perusahaan kecil yang tidak mensyaratkan kemampuan berbahasa Inggris dengan gaji yang sangat jauh tingkatannya dengan perusahaan asing. Dengan demikian, taraf kehidupan mereka tentunya tidak akan jauh berbeda dengan taraf kehidupan orang tua mereka sebelumnya.

Dengan memandang alasan-alasan tersebut di atas, apakah kita sebagai guru Bahasa Inggris tidak tergerak untuk berupaya meningkatkan kemampuan siswa berbahasa Inggris melalui pelajaran Bahasa Inggris di sekolah? Sebagai kalangan yang sering disebut-sebut sebagai Pahlawan tanpa Tanda Jasa, sangatlah tidak layak jika kita ingin dianggap sebagai pahlawan tetapi tidak berupaya untuk memajukan siswa-siswa kita. Di tengah-tengah munculnya fenomena segelintir guru-guru yang mengejar materi untuk kepentingan pribadi dengan memanfaatkan muridnya, marilah kita usik kembali jiwa pengabdian kita untuk berupaya meningkatkan hasil pengajaran Bahasa Inggris di sekolah agar siswa-siswa kita yang berasal dari kalangan bawah tidak semakin terpuruk dan tidak akan kalah dari siswa-siswa lain yang berasal dari kalangan berada.

Masalah-Masalah yang Timbul dalam Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Jika kita renungkan lebih dalam, adalah hal yang sangat luar biasa bahwa siswa yang telah belajar Bahasa Inggris selama minimal 6 tahun (sejak SMP) setelah lulus SMA masih tidak dapat berbicara dalam Bahasa Inggris, bahkan untuk memperkenalkan diri sendiri sekalipun. Disebut luar biasa karena jika siswa tersebut mengikuti kursus general english di suatu lembaga kursus dalam waktu yang sama, maka dapat dipastikan siswa sudah sangat mampu berbincang-bincang dalam Bahasa Inggris, bahkan mungkin sudah dapat memahami Bahasa Inggris untuk tingkatan drama, puisi, dan lain-lain. Jadi, mengapa hal ini bisa terjadi?

Berdasarkan hasil pengisian kuestioner yang penulis pernah buat pada tahun 1996 untuk tugas kuliah, terdapat beberapa masalah yang, menurut para siswa, menghambat mereka untuk menguasai Bahasa Inggris. Masalah-masalah tersebut adalah:

      1. Jarangnya guru berbicara dengan Bahasa Inggris di dalam kelas. Hal ini dirasakan menghambat oleh para siswa karena menurut mereka, mereka jadi tidak terbiasa mendengar orang lain berbahasa Inggris.
      2. Pelajaran terlalu ditekankan pada tata bahasa (dan bukan pada percakapan), tetapi siswa jarang diberi arahan mengenai bagaimana dan apa fungsi dari unsur-unsur tata bahasa yang mereka pelajari tersebut.
      Berdasarkan hasil kuestioner dan hasil tes pada para siswa, terlihat bahwa rata-rata siswa menguasai pola-pola tata bahasa Inggris (misalnya struktur untuk simple present tense, dan lain-lain) tetapi, SISWA TIDAK MENGETAHUI KAPAN STRUKTUR TERSEBUT HARUS DIGUNAKAN DAN BAGAIMANA PENGAPLIKASIANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI. Ini merupakan hal yang sangat luar biasa karena Bahasa Inggris, sama halnya seperti Bahasa Indonesia, akan lebih bermanfaat jika dapat digunakan dan diaplikasikan meskipun secara tata bahasa siswa tidak terlalu menguasainya. Bukan berarti bahwa pembelajaran tata bahasa ini tidak penting, tetapi perlu sekali teori-teori tersebut dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
      3. Kosa kata yang diajarkan tidak terlalu berguna dalam percakapan sehari-hari. Banyak siswa yang mengeluhkan bahwa kata-kata yang diberikan oleh guru Bahasa Inggris di sekolah terlalu bersifat teknis, misalnya mengenai industrialisasi, reboisasi, dan lain-lain, sementara siswa tetap saja mengalami kesulitan untuk mengartikan kata-kata yang banyak digunakan pada film, majalah, dan situs-situs internet berbahasa Inggris. Bahkan kadang-kadang, siswa sangat hapal istilah-istilah Bahasa Inggris untuk bidang politik (seperti misalnya reformation, globalization, dan lain-lain) tetapi tidak dapat menyebutkan benda-benda yang biasa mereka pakai sehari-hari dalam Bahasa Inggris (misalnya celengan, selokan, dan lain-lain). Beberapa kalangan siswa bahkan mengatakan bahwa dengan kosa kata seperti yang dipelajari di sekolah tidak mungkin siswa dapat memulai percakapan dengan orang asing dengan menggunakan Bahasa Inggris. Mungkin ada benarnya juga, tidak mungkin tentunya kita tiba-tiba mengajak orang yang baru kita kenal untuk mendiskusikan industrialisasi, misalnya.
      4. Materi pelajaran Bahasa Inggris di SMP dan SMU tidak berkesinambungan Para siswa menyatakan bahwa sering terjadi pengulangan materi (seperti misalnya tenses) yang telah diajarkan di SMP di tingkatan SMU, tetapi tetap saja fungsi dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari kurang jelas.

Jadi, sebagai seorang guru Bahasa Inggris, apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut? Banyak tentunya, karena diakui atau tidak, gurulah yang memegang kendali dalam pengajaran. Yang jelas, kita tidak boleh hanya menyalahkan pihak pemerintah (yang membuat kurikulum) saja tetapi akan lebih baik jika kita mengintrospeksi diri sendiri dan lebih menggali lagi potensi kita untuk mencari pendekatan yang lebih berhasil dalam mengajarkan Bahasa Inggris pada siswa di sekolah.

Kesimpulan dan Saran
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa masih banyak kendala yang harus dihadapi dalam upaya meningkatkan mutu hasil pengajaran Bahasa Inggris di sekolah. Untuk itu, penulis memiliki beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi para sesama pengajar Bahasa Inggris di Indonesia.

      1. Selalu pertahankan kemampuan kita bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris agar kelancaran berbahasa tetap terjaga. Hal ini perlu karena dapat memotivasi murid-murid kita untuk dapat berbicara dengan lancar. Mungkin sulit sekali jika kita tidak pernah bertemu dengan orang yang juga dapat berbahasa Inggris. Oleh karena itu, penulis memiliki usul agar para guru Bahasa Inggris ini memiliki semacam klub (conversation club) untuk ajang bertemu dan bertukar pikiran antar sesama guru Bahasa Inggris di wilayah yang sama. Dengan demikian, keahlian kita dalam menggunakan Bahasa Inggris akan selalu tetap terjaga.
      2. Selalu menekankan fungsi dan aplikasi dari semua unsur tata bahasa yang kita terangkan kepada siswa. Pastikan bahwa siswa benar-benar mengerti kapan mereka harus menggunakan struktur tersebut.
      3. Berikan tambahan kosa kata yang akan bermanfaat untuk percakapan sehari-hari pada siswa dan perkenalkan siswa dengan majalah-majalah remaja berbahasa Inggris agar mereka menjadi gemar membaca dan memperoleh banyak tambahan kosakata dari majalah tersebut. Dengan demikian, siswa akan percaya diri jika harus bergaul dengan remaja asing yang berbahasa Inggris.
      4. Meskipun kita tidak memiliki kekuasaan untuk mengubah kurikulum, setidaknya pastikan bahwa pengulangan materi yang kita berikan merupakan pendalaman mengenai apa yang sudah dipelajari siswa dan bukan hanya mengulang tetapi tidak membuat siswa semakin bisa menerapkannya.

Demikian beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat untuk kita semua. Penulis akan merasa sangat senang jika artikel ini dapat menjadi pembuka forum tukar pendapat untuk para guru Bahasa Inggris. Semoga apa yang telah dipaparkan di atas memberikan manfaat bagi kita semua.

Saya Diba Artsiyanti Ediyana Putri setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .

CATATAN:
Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network.

Pendidikan-DasarSekolah-MenengahPerguruan-TinggiCari-PekerjaanTeknologi&PendidikanPengembangan-Sekolah



Print Halaman Ini



           

Sabtu, 05 Maret 2011

Dear God

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love
Purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be, oh yeah
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Dear God the only thing I ask of you
Is to hold her when I'm not around
When I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again, oh no
Once again

There's nothing here for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
And all the shops are closed
Can't help but think of the times I've had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
To hold her when I'm not around,
When I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
When hope begins to fade...

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love
Hope is hard to find

Dear God the only thing I ask of you is
To hold her when I'm not around,
When I'm much too far away
We all need the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again