Rabu, 21 Desember 2011

Cara Mempercepat Koneksi Internet Modem Telkomsel Flash

Tadi ga sengaja surving, eh kepikiran upload trik Cara Mempercepat Koneksi Pake Modem (Khususnya yang pake Tekom Flash). So, buat yang pengen tau tipsnya ane share aja di blog ini  sebagai berikut :


  1.  Klik kanan pada My Computer > Pilih Properties > Pilih Hardware > Pilih Device Manager
  2. Sorot Modem > Klik Kanan pada Modem > Advance (untuk advance tergantung merk Modem masing-masing bro)
  3. Isikan setingan sebagai berikut :
  • Extra Command Setting :
  • Telkomsel Flash Time Based : at+cgdcont=1,"IP","flash"
  • Telkomsel Volume/Flash Unlimited : at+cgdcont=1,"IP","internet"
  • Telkomsel Volume/Flash Unlimited : at+cgdcont=1,"IP","telkomsel"
Notes : Settingan di atas di sesuaikan menurut paket internetan yang anda pilih .

Disarankan untuk pengguna kartu GSM, tapi yang saya tulis sementara untuk pengguna Telkomflash saja. Jika koneksi modem sering putus, itu disebabkan karena settingan modem menggunakan WCDMA/3G GSM Only. Perlu di garis bawahi, masalah koneksi putus itu untuk semua jenis kartu GSM. Jangan lupa untuk mengganti APN jika dirasa koneksi modem anda down, karenanya untuk Telkomsel Flash Unlimited telah disediakan 2 APN yaitu ; APN telkomsel an internet .
Semoga bermanfaat, selamat mencoba .



Penyebab Blue Screen of Death (BSOD)

Penyebab Blue Screen of Death (BSOD)

Pernahkah anda mengalami Blue Screen of Death (BSOD) ? BSOD kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah Layar Biru Kematian. Sedangkan pengertiannya adalah notifikasi atau pesan error yang muncul pada sistem operasi Microsoft Windows ketika terjadi suatu kegagalan sistem yang tidak bisa diperbaiki.


Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan BSOD tersebut. Menurut pengalaman serta kumpulan hal-hal yang dapat saya peroleh antara lain :

1. Setting mode hardisk di BIOS, meskipun sepele tapi hal ini seringkali menjadi masalah besar sebenarnya tidak sulit untuk mengatasi masalah ini, kita tinggal mengganti mode hardisk dari AHCI atau SATA (tergantung type bios) menjadi compatible atau IDE (tergantung type bios juga)

2. CD windows yang tidak mendukung pada SATA atau tidak memiliki driver SATA, hal ini dapat diselesaikan dengan cara mengubah atau menambahkan driver SATA pada installer windows kita, salah satunya dengan menjalankan software nlite.

3. RAM / memory yang bermasalah, RAM yang bermasalah seringkali menjadi penyebab blue screen pada proses instalasi windows, cara yang paling mudah untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti RAM agar proses installasi berjalan dengan lancar, atau mengambil salah satu memory yang ada jika permasalahanya adalah crash pada RAM.

4. Hardisk yang bermasalah

5. Power supply yang tidak memberikan supply listrik yang stabil atau drop, Lebih baik kita mengganti power supply agar komponen lain tidak bermasalah.

6. Motherboard yang bermasalah.

7. dan faktor-faktor lainnya...


Demikian hal yang bisa saya bagikan untuk artikel kali ini. Barangkali ada diantara pembaca yang mau mengoreksi jika ada kesalahan pada postingan saya ini, atau ada yang ingin menambahkan ?
 
Sumber dari :  http://artikel-it.blogspot.com/2011/12/penyebab-blue-screen-of-death-bsod.html

Senin, 25 Juli 2011

TAMU TERAKHIR

Sungguh! Ia tak datang karena haus akan hartamu, karena ingin ikut nimbrung makan, minum bersamamu, meminta bantuanmu untuk membayar hutangnya, memintamu memberikan rekomendasi kepada seseorang atau untuk memuluskan upaya yang tidak mampu ia lakukan sendiri.!!  Pengunjung ini datang untuk misi penting dan terbatas serta dalam masalah terbatas. Kamu dan keluargamu bahkan seluruh penduduk bumi ini tidak akan mampu menolaknya dalam merealisasikan misinya tersebut!

Kalau pun kamu tinggal di istana-istana yang menjulang, berlindung di benteng-benteng yang kokoh dan di menara-menara yang kuat, mendapatkan penjagaan dan pengamanan yang super ketat, kamu tidak dapat mencegahnya masuk untuk menemuimu dan menuntaskan urusannya denganmu!!

Untuk menemuimu, ia tidak butuh pintu masuk, izin, dan membuat perjanjian terlebih dahulu sebelum datang. Ia datang kapan saja waktunya dan dalam kondisi bagaimanapun; dalam kondisimu sedang sibuk ataupun sedang luang, sedang sehat ataupun sedang sakit, semasa kamu masih kaya ataupun sedang dalam kondisi melarat, ketika kamu sedang bepergian atau pun tinggal di tempatmu.!!

Saudaraku! Pengunjungmu ini tidak memiliki hati yang gampang luluh. Ia tidak bisa terpengaruh oleh ucapan-ucapan dan tangismu bahkan oleh jeritanmu dan perantara yang menolongmu. Ia tidak akan memberimu kesempatan untuk mengevaluasi perhitungan-perhitunganmu dan meninjau kembali perkaramu! Kalau pun kamu berusaha memberinya hadiah atau menyogoknya, ia tidak akan menerimanya sebab seluruh hartamu itu tidak berarti apa-apa baginya dan tidak membuatnya mundur dari tujuannya!

Sungguh! Ia hanya menginginkan dirimu saja, bukan orang lain! Ia menginginkanmu seutuhnya bukan separoh badanmu! Ia ingin membinasakanmu! Ia ingin kematian dan mencabut nyawamu! Menghancurkan raga dan mematikan tubuhmu! Dia lah malaikat maut!!! Alloh subhanahu wata’ala berfirman, yang artinya: “Katakanlah, ‘Malaikat Maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (QS: As-Sajadah: 11)

Dan firman-Nya, yang artinya: “Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (QS: Al-An’am: 61)

Kereta Usia

Tahukah kamu bahwa kunjungan Malaikat Maut merupakan sesuatu yang pasti? Tahukah kamu bahwa kita semua akan menjadi musafir ke tempat ini? Sang musafir hampir mencapai tujuannya dan mengekang kendaraannya untuk berhenti? Tahukah kamu bahwa perputaran kehidupan hampir akan terhenti dan ‘kereta usia’ sudah mendekati rute terakhirnya? Sebagian orang shalih mendengar tangisan seseorang atas kematian temannya, lalu ia berkata dalam hatinya, “Aneh, kenapa ada kaum yang akan menjadi musafir menangisi musafir lain yang sudah sampai ke tempat tinggalnya?”

Berhati-hatilah!

Semoga anda tidak termasuk orang yang Alloh subhanahu wata’ala sebutkan, artinya: “Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila Malaikat (Maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka?” (QS: Muhammad: 27)

Atau firman-Nya, yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata), ‘Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatan pun.” (Malaikat menjawab), “Ada, sesungguh-nya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan. “Maka masuklah ke pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombong-kan diri itu.” (QS: An-Nahl: 28-29)

Tahukah kamu bahwa kunjungan Malaikat Maut kepadamu akan mengakhiri hidupmu? Menyudahi aktivitasmu? Dan menutup lembaran-lembaran amalmu?

Tahukah kamu, setelah kunjungan-nya itu kamu tidak akan dapat lagi melakukan satu kebaikan pun? Tidak dapat melakukan shalat dua raka’at? Tidak dapat membaca satu ayat pun dari kitab-Nya? Tidak dapat bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, beristighfar walau pun sekali? Tidak dapat berpuasa sehari? Bersedekah dengan sesuatu meskipun sedikit? Tidak dapat melakukan haji dan umrah? Tidak dapat berbuat baik kepada kerabat atau pun tetangga?
‘Kontrak’ amalmu sudah berakhir dan engkau hanya menunggu perhitungan dan pembalasan atas kebaikan atau keburukanmu!!

Alloh subhanahu wata’ala berfirman, yang artinya: “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikan lah aku (ke dunia).” Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguh-nya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS: Al-Mu’minun: 99-100)

Persiapkan Dirimu!

Mana persiapanmu untuk menemui Malaikat Maut? Mana persiapanmu menyongsong huru-hara setelahnya; di alam kubur ketika menghadapi pertanyaan, ketika di Padang Mahsyar, ketika hari Hisab, ketika ditimbang, ketika diperlihatkan lembaran amal kebaikan, ketika melintasi Shirath dan berdiri di hadapan Alloh Al-Jabbar? Dari ‘Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasululloh shallallahu ‘alihi wasallam bersabda, yang artinya: “Tidak seorang pun dari kamu melainkan akan diajak bicara oleh Allah pada hari Kiamat, tidak ada penerjemah antara dirinya dan Dia, lalu ia memandang yang lebih beruntung darinya, maka ia tidak melihat kecuali apa yang telah diberikannya dan memandang yang lebih sial darinya, maka ia tidak melihat selain apa yang telah diberikannya. Lalu memandang di hadapannya, maka ia tidak melihat selain neraka yang berada di hadapan mukanya. Karena itu, takutlah api neraka walau pun dengan sebelah biji kurma dan walau pun dengan ucapan yang baik.” (Muttafaqun ‘alaih)

Berhitunglah Atas Dirimu!

Saudaraku, berhitunglah atas dirimu di saat senggangmu, berpikirlah betapa cepat akan berakhirnya masa hidupmu, bekerjalah dengan sungguh-sungguh di masa luangmu untuk masa sulit dan kebutuhanmu, renungkanlah sebelum melakukan suatu pekerjaan yang kelak akan didiktekan di lembaran amalmu.

Di mana harta benda yang telah kau kumpulkan? Apakah ia dapat menyelamatkanmu dari cobaan dan huru-hara itu? Sungguh, tidak! Kamu akan meninggalkannya untuk orang yang tidak pernah menyanjungmu dan maju dengan membawa dosa kepada Yang tidak akan memberikan toleransi padamu!

(Sumber Rujukan: Az-Zâ’ir Al-Akhîr karya Khalid bin Abu Shalih)

Dinukil dari : http://gizanherbal.wordpress.com/2011/07/21/tamu-terakhir/

Kamis, 14 Juli 2011

Beautiful Sunnah Based Sharing

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabbarakaatuuh ...




Once, there was a rich merchant who had four wives. He loved the fourth wife and gave a lot of treasure and pleasure. Therefore, the fourth wife is the prettiest among all of his wife. So, this guy hairan not often provide the best for it's fourth wife.The merchant also loved the third wife. He was very proud of his wife, and often tried to introduce his third wife to all her friends. But he also always undecided if his wife will run away with another man.Likewise with the second wife. He also loved it. She is a wife of a patient and understanding. When-when the time no matter if these traders get into trouble, he always asked for the view that this second wife. He is a dependent. He was always helping and assisting her husband through the difficult times.Similarly, the first wife. He is a very loyal partner. He is often good for the life of this family. It was he who treat and manage all property and business of the husband. However, the merchant did not love him so much. Although his first wife is so dear to him, however, these traders did not also.At one point, the merchant sick. Then he menyedari possible time for him to live not live much longer. He first contemplated the beauty of all life, and said to myself, "Right now, I have four wives.However, when I die, I will own. How sad if I have to live alone. "Then he asked all his wives came and then began to ask his fourth wife, "You're the one I love most, I give you a beautiful dress and jewelry. Well now, I'm going to die, mahukah you with me and accompany me? "His fourth wife was silent. "Of course! I did not! "replied the fourth wife, and leave our other features without another word.Jawapan was very hurtful as if a knife is drawn and menghiris-hiris heart. Merchant who was sad and then asked his third wife, "I also love wholeheartedly, and this time, my life will end. Mahukah you come with me, and accompanied the end of my life? ". His third wife replied, "Life is so beautiful here. I would marry again if you die ". The merchant was very struck with his third wife jawapan it.Then, he asked his second wife, "I always turn to you every time you get into trouble. And you always help me mahu. Now, I need all your help. If I die, you come and escort me mahukah? "The second wife answered slowly," I'm sorry ... I could not help this time. I just can menghantarmu to your grave. Later, I'll make a beautiful tomb for you. "Jawapan grabbed it like lightning.The merchant now feel desperate. Suddenly, he heard a voice, "I will stay with you. I'll go wherever you go. I, will not leave you, I'll be faithful. "The merchant then turned toward the voice and found his first wife who said so.His first wife was so skinny. Body like a starving man. Feel regret, the merchant and then murmured, "I wish I could melayanmu better when I can, will not let you like this my wife."Friends, actually we have four wives in this life;FOURTH WIFE is our body. How much time and expenditure that we spend on our bodies make it look beautiful and handsome, everything will be lost. He will leave soon if we die. No beauty and bravery that left when we face him.THIRD WIFE is the social status and wealth. When we die, everything will go to the other. They will move on and forget we ever had it.SECOND WIFE also are relatives and friends. No matter how close our relationship with them, they will not be able to be with us forever. Just to bury them would accompany us.FIRST WIFE AND THE TRUE is the soul and our charity. Perhaps we often ignore and forget it for the sake of wealth and pleasure cloning. However, in fact, only the souls and our deeds alone is able to continue to faithfully and assist wherever we go. Only charities that can help us in the hereafter. So, while you can, treat the soul and our charity wisely.Lest we regret later on ...

Indahnya Berbagi Di Dasari Sunnah ( Versi Bhs. Indonesia )



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabbarakaatuuh...

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai empat orang isteri. Dia mencintai isteri yang keempat dan memberikan harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, isteri keempat adalah yang tercantik di antara kesemua isterinya. Maka, tidak hairan lelaki ini sering memberikan yang terbaik untuk isteri keempatnya itu.

Pedagang itu juga mencintai isterinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan isterinya ini, dan sering berusaha untuk memperkenalkan isteri ketiganya ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu bimbang kalau-kalau isterinya ini akan lari dengan lelaki yang lain.

Begitu juga dengan isterinya yang kedua. Dia juga sangat menyukainya. Dia adalah seorang isteri yang sabar dan penuh pengertian. Bila-bila masa pun apabila pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pandangan isterinya yang kedua ini. Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melalui masa-masa yang sulit.

Sama halnya dengan isterinya yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia sering membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dialah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha si suami. Akan tetapi si pedagang tidak begitu mencintainya. Walaupun isteri pertamanya ini begitu sayang kepadanya namun, pedagang ini tidak begitu memperdulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit. Kemudian dia menyedari mungkin masa untuknya hidup tinggal tidak lama lagi. Dia mula merenungi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati, “Saat ini, aku punya empat orang isteri. Namun, apabila aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri.”

Lalu dia meminta semua isterinya datang dan kemudian mulai bertanya pada isteri keempatnya, “Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah sekarang, aku akan mati, mahukah kau mendampingiku dan menemaniku?” Isteri keempatnya terdiam. “Tentu ! saja tidak!” jawab isterinya yang keempat, dan pergi begitu sahaja tanpa berkata-kata lagi.

Jawapan itu sangat menyakitkan hati seakan-akan ada pisau yang terhunus dan menghiris-hiris hatinya. Pedagang yang sedih itu lalu bertanya kepada isteri ketiganya, “Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Mahukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?”. Isteri ketiganya menjawab, “Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati”. Pedagang begitu terpukul dengan jawapan isteri ketiganya itu.

Lalu, dia bertanya kepada isteri keduanya, “Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mahu membantuku. Kini, aku perlu sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, mahukah kau ikut dan mendampingiku?” Si isteri kedua menjawab perlahan, “Maafkan aku…aku tak mampu menolongmu kali ini. Aku hanya boleh menghantarmu ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu.” Jawapan itu seperti kilat yang menyambar.

Si pedagang kini berasa putus asa. Tiba-tiba terdengar satu suara, “Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut ke manapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.” Si pedagang lalu menoleh ke arah suara itu dan mendapati isteri pertamanya yang berkata begitu.

Isteri pertamanya tampak begitu kurus. Badannya seperti orang yang kelaparan. Berasa menyesal, si pedagang lalu berguman, “Kalau saja aku mampu melayanmu lebih baik pada saat aku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini isteriku.”

Teman, sesungguhnya kita punya empat orang isteri dalam hidup ini;

ISTERI KEEMPAT adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan belanja yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera apabila kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadapNYA.

ISTERI KETIGA adalah status sosial dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

ISTERI KEDUA pula adalah kerabat dan teman-teman. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan mampu bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.

DAN SESUNGGUHNYA ISTERI PERTAMA adalah jiwa dan amal kita. Mungkin kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan peribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di akhirat kelak. Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak.

Jangan sampai kita menyesal kemudian hari!…

Selasa, 28 Juni 2011

Korupsi Dalam Perspektif Islam

Persoalan korupsi adalah hal mendasar yang dirasakan oleh bangsa Indonesia dari awal kemerdekaan sampai hari ini dan mungkin sampai kapan. Permasalahn korupsi di negeri ini sudah sedemikian kronisnya, sehingga belum ada obat yang mujarab untuk menyembuhkannya. Upaya pemberantasan koruspi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum selama ini rasaya membuat hati menjadi miris, dan terkesan lamban. Berbagai kebijakan telah dilakukan, tetapi tetap saja penyakit ini malah menjadi budaya yang menggorogoti negeri ini.

Sangat ironis memang, melihat budaya korupsi begitu besarnya menghinggapi negeri Indonesia ini. Padahal Indonesia adalah negeri dengan penganut muslim terbesar di dunia, namun sayang mental masyarakat muslimnya justru terjerumus terhadap perilaku yang justru menghancurkan reputasi pribadi dan negerinya sendiri.

Islam dan agama mana pun tak sedikit pun mengajarkan perilaku korupsi. Islam adalah bagian dari system yang rahmatan lil alamin yang teruji di setiap zaman. Namun, sayang perilaku mental buruk manusia Islam yang tidak berlandaskan asas Islam itu sendiri yang akhirnya menjerumuskan manusianya ke ambang kemerosotan moral dan kehinaan melalui tindak pidana korupsi. Kita bisa melihat bagaimana negara dengan mayoritas muslim seperti Indonesia, Bangladesh, Pakistan, Iraq memiliki tingkat korupsi yang tinggi menurut Global Corruption Index dan Tranparancy Internasional Index rata-rata di atas tujuh (limit 1-10). Walaupun kita tidak bisa kemudian mengaitkan bahwa korupsi identik dengan agama tertentu, tetapi korupsi dapat teratasi melalui mental masing-masing individu sebuah masyarakat dan tatanan hukum yang jelas dan tegas, yang diiringi penegakan hukum berat terhadap para koruptor. Dan Islam memiliki nilai-nilai itu semua, sehingga pada dasarnya ketika manusia muslim mampu mempraktekkan nilai-nilai ajaran agamanya, maka secara tidak langsung seorang muslim mampu mencegah dirinya dari kecurangan perbuatan dan perilaku korupsi yang merugikan banyak pihak.
Budaya korupsi ini sudah terjadi sepanjang peradaban umat manusia. Tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa korupsi merupakan fenomena kebudayaan manusia yang cukup tua. Barang kali hampir sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri. Paling tidak dapat diperkirakan bahwa fenomena korupsi sudah muncul dalam sejarah peradaban manusia, sejak manusia itu mengenal sistem hidup bersama yang terorganisir.

Dalam sejarah Islam, praktik korupsi juga telah ditemukan sejak periode yang relatif dini, setidaknya beberapa kitab Hadis menyebutkan antara lain; Sunnan at-Tirmidzi, Sunnan Abi Daud, Musnad Abi Ya’la, al-Mu’jam al-Kabir, Tafsir at-Tabari, Asbab an-Nuzul dari al-Wahidi dan Musntad Imam Ahmad. Sebagaimana diketahui masyarakat Islam di zaman Nabi saw.. khususnya pada periode Madinah, telah menjadi suatu masyarakat yang terorganisir secara rapi, bahkan dinyatakan bahwa Madinah sendiri merupakan sebuah Negara kota yang dilengkapi dengan sebuah konstitusi, yang belakangan dikenal dengan Konstitusi Madinah. Itu berarti di sana telah terdapat suatu struktur kekuasaan dan adanya kekayaan publik untuk mengelola dan mengenai kepentingan penyelenggaraan kekuasaan itu. Dengan demikian, dapatlah dibuat suatu hipotesis bahwa dalam masyarakat tersebut tentu ada korupsi dalam bentuk tertentu, walaupun hanya kecil.

Bilamana kita mempelajari rekaman-rekaman yang mencatat sejarah Islam awal, kita melihat bahwa isu korupsi muncul pada periode Madinah awal. Dalam hal ini, ditemukan sebuah riwayat bahwa dalam Perang badar tahun 2 H. terjadi korupsi, yaitu raibnya sehelai beludru merah rampasan Perang yang diperoleh dari kaum Musyrikin. Tetapi ada pula riwayat yang menerangkan bahwa yang hilang itu adalah pedang. Laporan mengenai hilangnya beludru merah dalam Perang Badar ini ditemukan dalam beberapa sumber orisinil berikut: Sunnan at-Tirmidzi, Sunnan Abi Daud, Musnad Abi Ya’la, al-Mu’jam al-Kabir, Tafsir at-Tabari, Asbab an-Nuzul dari al-Wahidi. Dalam Sunnan al-Tirmidzi ditegaskan:

”Telah menyampaikan kepada kami Qutaibah: telah menyampaikan kepada kami Abdul Wahid Ibn Ziyad dari Khusaif (dilaporkan bahwa ia berkata): Miqsan telah menyampaikan kepada kami seraya berkata: Ibnu Abbas mengatakan: Ayat ini ‘wa ma kana li nabiyyin an yagulla’ turun mengenai kasus beludru merah yang hilang pada waktu Perang Badar. Beberapa orang mengatakan: Barangkali Rasulullah SAW. mengambilnya, maka Allah Tabaraka wa Ta’ala menurunkan ‘wa ma kana li nabiyyin an yagulla’ hingga akhir ayat (HR. Tirmidzi).” maksud ayat ‘wa ma kana li nabiyyin an yagulla’ (‘Tiada seorang Nabi akan melakukan gulul [korupsi]”)

Peristiwa hilangnya beludru merah seperti tersebut dalam sumber di atas dinyatakan sebagai sebab turunnya ayat 161 Ali-Imran :

“Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.” (Al-Imran: 161)

Penolakan tegas pada ayat ini yang menyatakan bahwa Nabi tidak mungkin berkhianat dan tidak mungkin Nabi SAW melakukan tindak korupsi datang langsung dari Allah. Penegasan ini menunjukkan bahwa perbuatan itu adalah perbuatan dosa sedangkan Rosulullah adalah seorang yang paling mulia, memiliki tabiat yang amanah, adil dan selalu menjaga diri dari hal-hal yang tidak pantas, maka tidak mungkin pribadi yang agung itu melakukan tindakan yang sangat buruk dan memalukan.

Imam Ar-Razi, setelah beliau menjelaskan ayat ini dalam tafsirnya, ia mengatakan: “Sesungguhnya tindak khianat ini haram hukumnya bagi siapa saja.” Pengkhususan penolakan terhadap pribadi Rosulullah mempunyai faedah, yaitu jika seorang yang melakukan perbuatan ini adalah orang yang mulia, maka berlaku khianat adalah sesuatu yang sangat buruk bagi dirinya.”
Kemudian Allah mengancam siapa saja yang melakukan tindak kriminal ini dengan pembalasan yang setimpal: “kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal”.

Rosulullah bersabda:
Rosulullah bersabda: “Hai manusia, barang siapa yang mejalankan tugas untuk kami, lalu dia menyembunyikan dari kami barang sekecil jarum atau lebih, maka apa yang disembunyikannya itu adalah kecurangan (korupsi) yang kelak akan dibawa pada hari kiamat.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Korupsi dalam Perang Khaibar

Khaibar, sebuah perkampungan Yahudi yang ditaklukkan oleh Rasulullah SAW. pada tahun 6 H. di sini kita menemukan bentuk korupsi yang riil, meskipun jumlahnya kecil. Ada dua kasus korupsi di Khaibar yang dilaporkan dalam beberapa kitab Hadis. Pertama, peristiwa kematian seorang laki-laki yang melakukan korupsi (gulul) di Khaibar pada waktu penaklukan daerah tersebut, dan kedua, kasus kematian seorang budak bernama Mid’am yang juga melakukan korupsi dan kasus korupsi tali sepatu. Kasus pertama dilaporkan dalam beberapa Hadis di antaranya adalah versi Ahmad Ibn Hambal sebagai berikut:

Yahya Ibn Sa’id telah menyampaikan kepada kami dari Yahya Ibn Sa’id Ibn Hayyan, dari Muhammas Ibn Yahya, dari Abi ‘Amrah, dari Zaid Ibn Khalid al-Juhani bahwa seorang sahabat Nabi dari meninggal pada waktu penaklukan Khaibar, maka para sahabat melaporkan hal itu kepada Nabi SAW.. Lalu beliau bersabda: “Salatkanlah kawanmu itu”, maka berubahlah raut wajah orag-orang karena sabda itu.dan Nabi bersabda: “Rekanmu itu telah melakukan gulul dalam Perang”. Maka kamipun memeriksa barang-barangnya, lalu kami temukan manik-manik orang Yahudi yang harganya tidak mencapai dua dirham (HR. Ahmad)

Hadis ini merekam sebuah kasus korupsi kecil yang dilakukan oleh salah seorang sahabat yang ikut dalam penaklukan Khaibar. Tidak ada catatan tentang nama orang tersebut. Hanya saja dalam beberapa versi dari Hadis bersangkutan disebutkan bahwa ia berasal dari Bani ‘Asyja’. Dalam kasus ini korupsi diberi hukuman moral, yaitu Rasulullah saw.. tidak ikut menyalatkan jenazahnya; beliau menyuruh sahabatnya saja yang menyalatkannya.

Kasus kedua, dari korupsi di Khaibar adalah korupsi mantel dan korupsi tali sepatu. Korupsi mantel dilakukan oleh Mi’dam, seorang budak yang mengikuti perjalanan Nabi saw. ke Wadi al-Qura beberapa waktu setelah penaklukan Khaibar. Ia terkena tembakan anak panah misterius di Wadi al-Qura, ketika hendak menurunkan barang-barang bawaan Rasulullah dari untanya sehingga meninggal dunia. Para sahabat yang melihat kejadian itu mengatakan ‘semoga ia masuk surga.’ Namun Nabi SAW. menyanggah dan menerangkan, bahwa ia pernah melakukan korupsi mantel pada waktu penaklukan Khaibar dan mantel yang dikorupsi itu akan membakarnya di neraka kelak. Korupsi tali sepatu pada waktu penaklukan Khaibar dilakukan oleh salah seorang yang ikut dalam perjalanan ke Wadi al-Qura tersebut. Identitasnya secara lebih jelas tidak ada informasinya. Ketika mendengar pernyataan Rasulullah saw. mengenai mantel yang dikorupsi oleh Mi’dam dapat menjadi penyebab ia masuk neraka, lelaki itu buru-buru memberikan tali pengikat sepatu yang dikorupsinya pada waktu penaklukan Khaibar kepada Rasulullah saw. Teks Hadis tersebut dalam Shahih Bukhari adalah sebagai berikut:

Ismail telah menyampaikan kepada kami, ia berkata Malik telah menyampaikan kepadaku, dari Saur Ibn Zaid ad-Dili, dari Abi al-Ghais bekas budak Ibn Muti’, dari Abu Hurairah (bahwa) ia berkataa: Kami keluar bersama Rasulullah SAW. pada waktu penaklukan Khaibar, kami tidak memperoleh rampasan Perang berupa emas dan peran, yang kami peroleh adalah benda tak bergerak, pakaian dan barang-barang dan seorang lelaki dari Bani ad-Dubaib bernama Rifa’ah Ibn Zaid menghadiahi Rasulullah SAW. seorang budak bernama Mi’dam. Rasulullah SAW. berangkat menuju Wadi al-Qura, sehingga ketika ia sampai ke Wadi al-Qura itu pada saat Mi’dam emnurunkan barang-barang bawaan Rasulullah SAW. tiba-tiba sebuah panah misterius (mengenai Mi’dam) dan menyebabkan ia meninggal. Maka orang-orang (yang melihat) mengatakan: Semoga ia masuk sorga. Maka Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak! Demi Tuhan yang diriku berada di tangannya, sesungguhnya mantel yang diambilnya pada waktu penaklukan Khaibar dari rampasan Perang yang belum dibagi akan menyulut api neraka yang akan membakarnya.” Ketika orang-orang mendengar pernyataan Rasulullah itu, seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW. membawa seutas tali sepatu atau dua utas tali sepatu (keraguan dari rawi). Nabi SAW. lalu mengatakan: seutas tali sekalipun akan menjadi api neraka atau dua utas talipun akan menjadi api neraka (seandainya tidak dikembalikan). (HR. Bukhari)

Dalam Hadis ini, seperti disinggung terdahulu, terdapat korupsi yang jumlahnya kecil; mantel dan tali sepatu. Namun para ahli Hadis menegaskan bahwa Hadis ini menekankan beratnya dosa korupsi. Korupsi dalam Hadis ini dapat dikategorikan sebagai korupsi otogenik, yaitu korupsi yang dilakukan seorang diri melalui penggelapan kekayaan publik. Dalam kasus ini para koruptor menggelapkan harta rampasan Perang (ghanimah) dan tidak melaporkannya kepada Nabi Saw.

Hadis ini dengan tegas menyatakan bahwa hadiah yang diterima pejabat dari masyarakat dipandang sebagai salah satu bentuk korupsi dan tidak boleh diterima. Yang dimaksud dengan hadiah di sini menurut pensyarah Hadis dan ulama fiqih adalah pemberian yang diterima seorang pejabat atau pegawai (petugas) yang terkait atau patut diduga terkait jabatan. An-Nawawi (w. 676 H/ 1277 M) menyatakan, “dalam Hadis Nabi SAW. menjelaskan, sebab diharamkannya menerima hadiah (pemberian), yaitu keterkaitannya dengan jabatan

Dari Tsa'ban (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah SAW. melaknat pelaku, penerima, dan perantara risywah, yaitu orang yang menjadi penghubung di antara keduanya (HR. Ahmad)

Dalam khasanah hukum Islam, ada keteladanan lain yang layak dicontohkan. Di zaman Nabi, ada wanita ningrat dari bani Makhzum mencuri sehingga orang Quraisy enggan menetapkan hukuman. Nabi mengecam keras. "Orang-orang sebelummu binasa adalah karena jika ada seseorang yang terpandang di antara mereka mencuri, mereka membebaskannya, dan jika ada orang lemah di antara mereka mencuri, mereka menegakkan hukum padanya. Demi Allah, sekiranya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya."
Jadi berbicara tentang hujjah dalam hal ini umat Islam di Indonesia mempunyai ladasan kuat untuk tidak berbuat korupsi, apa pun bentuk dan jenisnya. Karena dalam agamanya nyata dan jelas bahwa hal itu dilarang, walaupun korupsinya sesuatu yang amat kecil. Kerena akibatnya sangat besar sekali baik di mata manusia atau pun di mata Allah swt.

Dari berbagai riwayat diatas kita dapat mengambil banyak hikmah dan pelajaran dalam berprilaku sebagai seorang muslim. Islam mendidik kaum muslimin dengan pendidikan yang menakjubkan, ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits nabawi yang mulia ini telah menunaikan tugasnya dalam mendidik kaum muslimin. Sehingga membuahkan hasil yang sangat luar biasa, membentuk masyarakat yang bersifat amanah, menghindari sesuatu yang meragukan kehalalannya, merasa benci dan jijik terhadapat tindak korupsi dalam bentuk apapun.

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari dalam kitab sejarahnya, Tarikh At-Thabari, beliau menuliskan, “Ketika kaum muslimin singgah di Madain dan mengumpulkan barang-barang rampasan yang belum dibagi, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang menyerahkan haknya kepada pemilik barang. Maka, berkatalah pemilik barang itu dan orang-orang yang bersamanya, “Kami tidak pernah melihat orang seperti ini, tidak ada yang menyamainya dan menandinginya di sisi kami”.
Orang-orang bertanya, “Apakah Anda mengambil sesuatu darinya?” Dia menjawab, “Ingatlah! Demi Allah, seandainya bukan karena Allah niscaya aku tidak akan membawanya kepada Anda?”
Maka mereka mengerti bahwa orang ini adalah orang yang istimewa, lalu mereka bertanya, siapakah Anda? Dia menjawab, “Tidak! Demi Allah aku tidak mau memberitahukan kepada kalian, nanti kalian memujiku, dan aku tidak mau memberitahukan kepada orang lain, nanti mereka menyanjungku. Akan tetapi, aku memuji Allah dan aku ridho dengan pahala-Nya.”
Lalu mereka mengutus seseorang untuk membuntutinya hingga sampai kepada teman-temannya, lalu ia menanyakan kepada mereka tentang orang ini, ternyata dia adalah Amir bin Abdi Qais.”
Hampir-hampir kisah tentang kejujuran dan ketinggian akhlak yang telah dicontohkan oleh generasi terdahulu dianggap dongeng belaka. Pada saat zaman sekarang ini cukup sulit didapati orang-orang seperti itu. Namun, orang-orang yang memiliki kepribadian mulia itu masih ada, dan insya Allah dalam jumlah yang tidak sedikit.

Ustadz Sayyid Qutb mengatakan: “Begitulah seharusnya kehidupan nyata seorang muslim, dan alam akhirat begitu nyata dalam perasaannya, seakan-akan dia melihat wujud dirinya seperti itu di hadapan Rabbnya dan nabinya. Oleh karena itu, ia menjaga dirinya dan merasa takut kalau sampai mengalami keadaan seperti itu. Begitulah rahasia takwa dan rasa takutnya. Maka akhirat dirasakan sebagai sesuatu yang nyata yang ditempuh di dalam hidupnya, bukan sekedar ancaman yang masih jauh masa terjadinya. Dia merasa yakin, tanpa dicampuri keraguan sedikitpun, bahwa setiap orang akan mendapatkan pembalasan secara sempurna dari semua yang dilakukannya, sedang mereka tidak dianiaya sedikitpun.”
Wallahu a’lam bishowab.

Rabu, 13 April 2011

ENERGY HUGS

ENERGY hugs
One day in the cave of Hira, Muhammad SAW centerber'uzlah, the worship of his Lord. Has manydays he spent in a whimper, in prayer, in worship andhope in Him Who Menciptanya. Suddenly a figure emergesbeing in shape male figure. "Iqra!" He said.Muhammad replied, "I can not read!" BoysMuhammad was pulled into his arms, thenrepeat the command "Iqra!" Muhammad gaveanswer the same and similar events were repeated untilthree times. After that, Muhammad could read the wordstaught him. Later, the words becomeThe first revelation which Allah revealed to Muhammadby Gabriel, the creature bersosok men who meetMuhammad in the cave of Hira.On his return from the cave of Hira, Muhammad was looking for his wife Khadijahand said, "I Selimuti, selimuti me!". He trembled with fear,and then, the most wanted just one, warmth,calmness and confidence of the people he loves.Soul mate. Wife. Thus Khadijah was enveloped,hugged her and listened to the outpouring of his heart. ThenHe calmed her down and convinced him that whatMuhammad experienced is not something scary,but trust that he will be able to run.
In a personality management training. Theinstructor who also teaches middle psychologistsvarious psychiatric problems healing therapies. Fromall therapy given, always ending with a hug,both among fellow participants as well as by the instructor. ButThus, they are not willing to let participantsto embrace with the opposite sex to choose partnersarms to their opponents. What is important remainshug therapy. According to them, a hug is a therapymost efficacious in almost all psychiatric illness and emotional.Hugs will give a feeling of comfort and safety forperpetrators.Hugs will channel the energy of calm and peacefulnessfrom a hug to a hug. Will embracerelaxes the tense nerves. It is also justifiedthe results of research that, we need four times the hugs perday for survival, eight to stay healthy, and twotwelve times for growth. If you want to continue to grow, weneed twelve hugs a day. Hugs efficacioushealthy body. Hugs stimulate our immune.Hugs make us feel special. Hugs pamperingchildishness that is in us. Hugmake us feel more familiar with family and friends.Research shows that arms can healphysical and emotional problems faced by humans in the ageall-stainless steel and this wireless. Not only that, theexperts suggested that could make us long armsage, protect from illness, cope with stress and depression,strengthen family relationships and help you sleep soundly.(The Aladdin Factor, Jack Canfield & Mark Victor Hansen. ")Helen Colton, author of The Joy of Touching alsofound that when a person is touched, hemoglobinin the blood increases to supply oxygen to the heart andbrain more smoothly, the body becomes more healthy and acceleratethe healing process. It can be said that the arms couldcure the disease "heart" and stimulate the desire to livesomeone. Based on the results of research issued byjournal Psychosomatic Medicine, a warm hug torelease of oxytocin, a hormone associated withfeelings of love and peace. These hormones will suppresshormone that causes stress on the body initially languished.The result of these findings, providing scientific informationtop trends within every human being toget peace and warmth through hugs.Research provides scientific facts on the magnitudeenergy can be channeled through a hug.***Unfortunately, many of us grew up in a house init hugs is something unusual, and wemay feel uncomfortable asking hugged and hugged.We may never be teased as a "spoiled child" if oftenhug or be hugged my father, mother or our siblings. Andbe us or our teens today, grow withembrace energy shortage.Could be, lack of energy this hug is included incorrectone factor that led to rampant cases of instabilityhuman emotions like that happened lately: highcrime and drugs in the class of children and adolescents,possessed at various schools and so forth.And could be, in fact a solution to reduce variousthe problem is simple: Givinghug a lot of affection to the children of menparents. Was not very fond embrace Prophet's wife, children,grandchildren, and even small children in his neighborhood withembrace of affection? Even when ever there was one storyProphet kissed and hugged her grandson, a friendstated that until he has 10 children, nonehe had curahi with hugs kisses.Prophet then remarked, "It's people who do not wantloving (others), then he will not be loved. "(historyAl-Bukhari)***So from now on, do not hesitate to hug or askembraced. What we need when we are angry, sad ordisappointed is a hug, a hug from the husband's affection,parents or people we can kasihi.Pelukancalm, make us feel comfortable and loved.Likewise, after the war of words or a fight betweenhusband and wife? Memeluklah each other. Karenan will embrace itreduce emotional and soothing. It will embracereconfigure the bond of love between husband and wife after injuryand disappointment that had tertoreh. Embrace it, will makedomestic life became increasingly intimate.All the sad, all angry, all disillusioned, and all expenseslost by the warmth of a hug. Next make hugas a habit in living day to day. The first thingI want when I arrived home from the officeor from traveling is to hug his wife. Hugged him tightly.That's it. No More. The first thing I want whenI woke up from sleep is a hug and hug my wife.Held her tightly. That's it. Not the other.If we get up on the lag time is not equal, then the 'debt'habit was made after Lail prayer or prayer at dawn. Ifwe slept in different rooms, usually ahead of the dawn orFajr out, one of us will follow the other.Just for one thing only: to hug and cuddle.At night before bed, we used to lie and one anotherhugging, lingering as he talked about the activitiesOur all day. There are words that are at least three times a day Isay to my wife, "I Love U" and "Ask hug!"It feels something is missing if the lack of hugs in a day.Hugs gave me a sense of security and comfort. Hugs, mefeel a warmth that is not replaced bywhatever. Dare to try?


Source articles, from the book:
Sudarmono, Dr. (2010). Pearl Heart-clear Morning Dew, 1001 Story Source of Inspiration. London: Idea Press. Volume 2. Hal. 440-444. ISBN 978-6028-686-938.

Book info, please click the link (link) below:
http://www.facebook.com/pages/Mutiara-Kalbu-Sebening-Embun-Pagi/116810518359465

Jumat, 01 April 2011

The trouble UNDERSTANDING WOMEN

The trouble UNDERSTANDING WOMEN
One night, while walking alongKetapang port of Banyuwangi in East Java, aman found an old lamp placedon the rock. When he picked up and rubbed it, aJin suddenly appeared."All right, enough already!" Snapped Jinn."This is the fourth time in this month of people bothering me!I was so angry until I'm just going to give you onedemand instead of three! So come on, come on! Say whatyou want, and do not waste my time all day!. "The man thought quickly, then said,"Well, I always dreamed to go to Bali, but I'm afraid of flyingand I tend to seasickness on board. What ifyou make me a bridge to Bali? That way, I can ridecar to get there. "Jin laughed."Bridge to Bali! You must be kidding? How could Ireceive buffer to the bottom of the Sea? Itrequire too much steel, and is too muchconcrete! It absolutely can not be done! Think requestelse! "Disappointed, the man was trying hard to think ofother requests.Finally he said,"Well, I have other desires. All women inmy life said I was not sensitive. I tried and triedto please them, but nothing worked.I do not know where my mistake. One request isto understand women ... know how to actually feelingthem when they are silent to me ... know whythey weep ... know what they want whenthey do not tell me what they reallywant ... I want to know what makes them trulyhappy. "Silent for a moment, then Jin said, "You want that bridgebrindle two or four? "
MORAL STORY:women really so complicated to understand?============================================Source articles, from the book:Sudarmono, Dr. (2010). Pearl Heart-clear Morning Dew, 1001 Story Source of Inspiration. London: Idea Press. Volume 2. Hal. 351-352. ISBN 978-6028-686-938.
Book info, please click the link (link) below:http://www.facebook.com/pages/Mutiara-Kalbu-Sebening-Embun-Pagi/116810518359465

Rabu, 23 Maret 2011

KERJA ADALAH SEBUAH KEHORMATAN

KERJA ADALAH SEBUAH KEHORMATAN

Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju
restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang
telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah
seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda
tersebut, “Pak mau beli kue, Pak?”
Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab “Tidak,
saya sedang makan”. Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa
dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda
itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab: “Tidak Dik saya
sudah kenyang”.
Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari
warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan
usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan
bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan
kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh
buat orang di rumah”. Ini adalah sebuah usaha yang gigih
membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba
pas-pasan ini.
Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak
kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. “Pak
mau beli kue saya?”, pemuda yang ditawarkan jadi risih juga
untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang
Rp 2000,- dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.
“Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap
saja ini sedekahan dari saya buat adik”.
Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan
kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi
jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasihkan
kepada orang lain. “Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa
tidak kamu ambil?. Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu
menjawab, “Saya sudah berjanji sama ibu di rumah, ingin
menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan
bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu
terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha
kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis”.
Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan
anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran
seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa “kerja itu
adalah sebuah kehormatan”, kalau dia tidak sukses bekerja
menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di hadapan ibunya
mempunyai nilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya,
bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke
rumah melihat ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan
senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik
dan menghasilkan uang.
Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan
lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi
karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu “kerja adalah
sebuah kehormatan”, ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah
bekerja dengan baik.
Makna yang bisa diambil:
Kerja bukanlah masalah uang semata, namun lebih mendalam
mempunyai sesuatu arti bagi hidup kita. Kadang mata kita
menjadi “hijau” melihat uang, sampai akhirnya melupakan apa
arti pentingnya kebanggaan profesi yg kita miliki.
Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi,
namun yang lebih penting adalah etos kerja, dalam arti
penghargaan terhadap apa yang kita kerjakan. Sekecil apapun
yang kita kerjakan, sejauh itu memberikan rasa bangga di dalam
diri, maka itu akan memberikan arti besar.

Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 2. Hal. 304-306. ISBN 978-6028-686-938.

Info buku, silakan klik link (tautan) di bawah ini:
http://www.facebook.com/pages/Mutiara-Kalbu-Sebening-Embun-Pagi/116810518359465

Kamis, 10 Maret 2011

Tahlil dan Yassin

Tahlil dan Yassin

Assalam.Wr.Wb..?
Bissmilah.....
Islam mengajarkan membaca Alquran adalah ibadah. Artinya orang yang membaca Alquran akan mendapatkan pahala, baik dia faham ataupun tidak, baik dibaca dengan keras ataupun pelan, baik dibaca secara berjamaah ataupun sendiri-sendiri. Karena itu tidak mengherankan jika kitab suci Alquran merupakan satu-satunya kitab suci yang paling banyak dibaca oleh manusia di muka bumi ini. Baik oleh ummat muslim sendiri ataupun non muslim. Bahkan Alquran merupakan satu-satunya kitab suci yang paling banyak dihafal oleh manusia.

Membaca Alquran yang dinilai ibadah dan mendapatkan pahala adalah seluruh ayat dan surat, mulai dari al-Fatihah sampai an-Nas. Surat Yasin adalah salah satu surat dalam Alquran sehingga membacara Yasin adalah ibadah dan mendapatkan pahala.

Sedangkan tahlil/tahlilan adalah sebuah ritual dzikir berupa pembacaan kalimah thoyyibah (bacaan yang baik) berupa Alquran, solawat dan dzikir. Penyebutan ritual dengan istilah tahlilan dilatarbelakangi adanya bacaan dzikir, yaitu kalimat tauhid (la ilaha illallah) yang menjadi inti di dalamnya. Sehingga dilihat dari aspek materialnya tahlilan adalah dzikir dengan rangkaian bacaan yang disusun secara khusus. Dzikir dalam Islam termasuk ibadah juga.

Dalil mengenai membaca Yasin banyak dijumpai di dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Yang secara eksplisit antara lain menjelaskan tentang membaca Yasin adalah: ”Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati dan hati Alquran adalah surat Yasin. Barang siapa membaca Yasin maka Allah akan mencatatnya seperti membaca Alquran secara keseluruhan sebanyak 10 kali.” (HR At-Tirmidzi).

Sedangkan dalil Alquran yang memerintahkan berdzikir di antaranya ”Hai orang-orang yang beriman dzikir kepada Allah dengan banyak dan bertasbihlah di waktu pagi dan sore.” (QS.Al-Ahzab/33:41). Dan dalil tentang dzikir dalam Hadis Nabi SAW di antaranya dalam Hadis Qudsiy: ”Aku adalah tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku (berdzikir).” (HR.Bukhari-Muslim).

Sedangkan dalil yang menerangkan tentang dzikir secara berjamaah adalah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abi Hurairah yang menyatakan: ”Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya memiliki kendaraan yang penuh dengan keutamaan yang akan mencari majlis dzikir, jika mendapati majlis dzikir maka mereka turun dan menaungi majlis itu dengan sayap-sayapnya yang memenuhi langit,…” dan banyak lagi hadis yang lain.

Dzikir secara berjamaah termasuk di dalamnya membaca Yasin dan tahlil bersama-sama dilihat dari aspek kebersamaan lebih menampakkan persatuan dan kesatuan umat Muslim dibandingkan sendiri-sendiri. Dan ini juga sekaligus salah satu contoh manfaat berjamaah, yaitu syiar Islam lebih nampak dalam kehidupan ini.
Di Indonesia, mambaca Yasin kemudian dilanjutkan dengan membaca tahlil berjamaah adalah sudah menjadi tradisi. Tradisi semacam ini selama tidak menyimpang dari prinsip dasar (dalil) tersebut di atas adalah baik dan perlu dilestarikan. Anda tidak perlu ragu menjalankan tradisi tersebut karena khawatir kalau termasuk kategori bid’ah. Bid’ah sendiri tidak selamanya sesat, karena ada bid’ah yang bersifat nisbi (bid’ah idhafi). Bid’ah ini tidak sesat, karena menyangkut teknik ibadah seperti tradisi Yasinan dan Tahlilan. Kalau amalan itu sudah mengubah substansi ajaran Islam, yaitu telah menyimpang dari prinsip, dasar dalam Islam, maka dilarang. Inilah yang disebut bid’ah haqiqi (bid’ah substantif).

Sementara tentang Yasin Fadlilah, memang ada sebagian umat Islam yang mempraktikkannya, malah tidak sekadar sebagaimana yang Anda sebutkan dalam pertanyaan di atas, tetapi masih ada tambahan bacaan lain yang disisipkan. selama hanya mengulang-ulang bacaan seperti yang Anda sampaikan, maka tidak perlu dipersoalkan. Karena pada prinsipnya adalah surat Yasin juga yang dibaca. Wallahu a’lam bis-shawab. Demikian semoga bermanfaat, Amin.(35)

http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/09/ragam03.htm

Keyakinan,Iman,Ketetapan Dalam Hati Untuk Agama Dan Pola Fikir Kita

Keyakinan,Iman,Ketetapan Dalam Hati Untuk Agama Dan Pola Fikir Kita

AssalamuAlaikum.Wr.wb..?
Bissmilah...
Bila kini Semakin Banyak Genjar-genjarnya untuk saling mendigte Tentang Sikap Org Yg tidak Bisa Bertanggung Jawab Dengan saling mejelekkan,atau saling membedakan dan menganggap dirinya paling benar di Mata ALLAH.SWT,Denger memberikan fatwa yg tidak mungkin akan Benarnya Wallahu A'lam..Mari Kita Dengarkan Apa Kata Hati kita bicara,ikutilah apa yg sesuai dengan keyakinan kita tentang agama yg kita anut dari sejak Kita Lahir dan berdasarkan keyakinan bahwa itulah yg kita pas di hati dan sesuai dengan Syari'at-NYA dan tidak karna paksaan dan karna iming2 atau rayuan,tegaslah....
Bissmilahi Tawakaltu Alallah....Jasakallahu Khairan...Wassalam.wr.wb.

Selasa, 08 Maret 2011

Misteri Setan 6



Diungkapkan awal pendirian zionis, pembentukan jaringan dan cara mereka yg tersembunyi, dan canggih. Saksikan bagaimana mereka menggunakan cara dalam membentuk sebuah komunitas yg mendominasi dunia saat ini

Berkat Sahabat

Berkat Sahabat


Ini kisah persahabatan dua anak manusia. Yang seorang
adalah putra presiden, yang lain pemuda rakyat jelata bernama Pono.

Persahabatan ini sudah terjalin sejak mereka masih di bangku sekolah. Pono punya kebiasaan yang kadang menjengkelkan. Apa pun peristiwa yang terjadi di depannya selalu dianggap positif. "Itu Baik!” katanya
senantiasa.

Hari itu seperti yang sering mereka lakukan, Pono menemani sahabatnya berburu. Tugasnya membawa senapan dan mengisi peluru agar selalu siap digunakan. Entah kenapa, barangkali belum terkunci secara sempurna, setelah diserahkan kepada sahabatnya senapan itu
meletus. Akibatnya cukup fatal. Ibu jari putra presiden terkena terjangan peluru dan putus. Melihat itu tanpa sadar dengan kalemnya Pono berkomentar. "Itu Baik!” Kontan sahabatnya naik pitam. “Bagaimana Kau ini! Jempolku putus tertembak, malah dibilang Baik.
Brengsek!” Agaknya, kali ini kelakuan Pono tak termaafkan. Ia dijebloskan ke penjara.

Beberapa bulan kemudian, sang putra presiden kembali pergi berburu ke Afrika. Malang, ia tersesat di hutan lebat dan ditangkap suku primitif yang masih kanibal. Malam harinya, dalam keadaan terikat ia akan dibakar untuk disantap ramai-ramai. Anehnya, mendadak ia dibebaskan. Belakangan ketahuan, suku tersebut pantang memangsa
makhluk yang organ tubuhnya tidak lengkap.

Nasib baik itu membuat sang putra presiden termenung. Ia teringat kembali peristiwa ketika jempolnya putustertembak lantaran ulah
Pono. Ia kemudian menemui Pono di penjara.

"Ternyata Kau benar. Ada baiknya jempolku tertembak, ”katanya sambil menceritakan peristiwa yang baru sajadialaminya di Afrika.
"Aku menyesal telah memenjarakanmu.".
“Oh, tidak!’ Bagiku, ini Baik!”

“Bagaimana kau ini? Memenjarakan teman kau bilang baik?”

“Kalau aku tidak dipenjara, pasti saat itu aku bersamamu.”

Kisah satir ini mengingatkan pada pernyataan Randolph Bourne, intelektual Amerika yang juga anak didik John Dewey. Katanya, seorang teman itu memang dipilih untuk kita berdasarkan hukum perasaan yang tersembunyi, bukan oleh kehendak sadar kita si manusia. *

TIGA PERTANYAAN

TIGA PERTANYAAN

Ada seorang pemuda yang mencari seorang guru
agama, pemuka agama atau siapapun yang bisa
menjawab tiga pertanyaannya. Akhirnya sang
pemuda itu menemukan seorang bijaksana.
Pemuda (P) : Anda siapa? Bisakah menjawab pertanyaan-pertanyaan
saya?
Bijaksana (B) : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan
menjawab pertanyaan anda.
P : Anda yakin? Sedang profesor dan banyak orang pintar saja
tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
B : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
P : Saya punya tiga buah pertanyaan.
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada
saya.
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukkan ke neraka
yang terbuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan,
sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak
pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba sang orang bijaksana tersebut menampar pipi si
pemuda dengan keras.

P (sambil menahan sakit) : Kenapa anda marah kepada saya?
B : Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawaban saya atas
tiga buah pertanyaan yang Anda ajukan.
P : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
B : Bagaimana rasanya tamparan saya?
P : Tentu saja saya merasa sakit.
B : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
P : Ya.
B : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu!
P : Saya tidak bisa.
B : Itulah jawaban pertanyaan pertama. Kita semua merasakan
keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudNya
B : Apakah tadi malam Anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
P : Tidak.
B : Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah
tamparan dari saya hari ini?
P : Tidak.
B : Itulah yang dinamakan Takdir.
B : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar
anda?
P : Kulit.
B : Terbuat dari apa pipi anda?
P : Kulit.
B : Bagaimana rasanya tamparan saya?
P : Sakit
B : Walaupun setan dan neraka sama terbuat dari api, neraka
tetap menjadi tempat menyakitkan untuk setan.

MENGGAPAI KEBAHAGIAAN

MENGGAPAI KEBAHAGIAAN

Suatu ketika, di tepian telaga kelihatan seorang pemuda
sedang duduk termenung. Tatapan matanya kosong,
menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru
mata angin telah di laluinya, namun tidak ada satupun titik yang
membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara
yang menyapanya.
“Sedang apa kau di sini wahai anak muda?” tanya seseorang.
Rupanya ada seorang lelaki tua.
“Apa yang kau risaukan..?”
Anak muda itu menoleh ke samping, “Aku lelah Pak Tua. Telah
berbatu-batu jarak yang ku tempuh untuk mencari kebahagiaan,
namun tak juga ku temukan rasa itu dalam diriku. Aku telah
berlari melalui gunung dan lembah, tapi tidak ada tanda
kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemanakah aku harus
mencarinya? Bilakah akan ku temukan rasa itu?”
Lelaki tua itu duduk semakin dekat, mendengarkan dengan
penuh perhatian. Dipandangnya wajah lelah di depannya. Lalu,
dia mulai berkata, “Di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu
ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu
buatku.”
Mereka berpandangan.
“Ya... tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu,”
Pak Tua mengulangi kalimatnya lagi.
Perlahan.... pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah,
taman. Tidak berapa lama, ditemuinya taman itu. Taman yang
semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang sedang mekar.
Maka tidak heranlah, banyak kupu-kupu yang berterbangan di
sana. Dari kejauhan Pak Tua melihat, memperhatikan tingkah
yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu.
Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-ngendap,
ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu
luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Dia tidak ingin
kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Dia gagal. Dia mulai
berlari tak beraturan.
Diterjangnya sana-sini. Dirempohnya rerumputan dan tanaman
untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan
perdu di sana. Gerakannya semakin liar.
Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupukupu
yang dapat ditangkap. Si pemuda mulai kelelahan.
Nafasnya semakin kencang, dadanya bergerak naik-turun
dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, “Hentikan dulu
anak muda. Istirahatlah.”
Tampak Pak Tua yang berjalan perlahan. Ada sekumpulan kupukupu
yang berterbangan di sisi kanan dan kiri Pak Tua. Mereka
terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu.
“Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan
menerjang? Merempoh-rempoh tak tentu arah, menerobos
tanpa peduli apa yang kau rusak?” Pak Tua menatap pemuda
itu.
“Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu.
Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau
buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.”
“Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Kerana
kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau
sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam
hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemanamana.
Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang
sendiri.”
Pak Tua mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor
kupu- kupu yang hinggap di hujung jari. Terlihat kepak-kepak
sayap kupu- kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan.
Pesonanya begitu mengkagumkan, kelopak sayap yang
mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam
hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka
yang mampu menyelaminya.
……………………….

PENGAJARAN CERITA INI:
Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu.
Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi
mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat
mencarinya dengan menerjang sana-sini, merempoh sana-sini,
atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat
saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru
arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti
menangkap buruan yang dapat kita santap setelah
mendapatkannya.
Namun kita belajar. Kita belajar bahawa kebahagiaan tidak boleh
di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia
bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang
dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah
aroma dari udara itu. Kita belajar bahawa bahagia itu memang
ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula
kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha
meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.

Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa
itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah
kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam
bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam
sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah
bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan
hati kita.
Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di
sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu “hinggap” di hati kita,
namun kita tidak pernah memperdulikannya. Mungkin juga,
bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu
acuh untuk menikmatinya.

Minggu, 06 Maret 2011

MEMBACA SEBAGAI PROSES PERKEMBANGAN KETRAMPILAN


            MEMBACA SEBAGAI PROSES PERKEMBANGAN KETRAMPILAN    
           
           


Telah dilukiskan secara cukup panjang lebar bahwa membaca itu merupakan latihan yang sangat kompleks yang sangat tergantung pada bermacam-macam  faktor. Sifat proses perkembangan ketrampilan itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

    *

      Ketrampilan itu objektif. Satu di anatara hal yang mula-mula kita sadari waktu meneliti proses perkembangan ketrampilan membaca ialah bahwa perkembangan ketrampilan membaca itu bersifat objektif. Hal tersebut dipandang objekif karena dalam perkembanganya tidak tergantung pada materi, metode, ataupun tingkatan-tingkatan akademis. Pandangan seperti itu tidak mempunyai arti penolakan terhadap adanya ketrampilan membaca dalam proses yang sangat erat kaitannya.

      Satu bagian terenting dari proses perkembangan itu ialah identifikasi ketrampilan yang akan diajarkan. Jika ketrampilan tertentu sudah dapat diidentifikasi, satu dari sejumlah metode yang demmikian banyak yang akan dipakai sudah dapat digunakan untuk mengajar anak. Seorang anak mungkin akan dapat belajar melalui program visual; anak yang lain akan merasakan kemudahan belajar membaca itu melalui penglihatan; dan yang lain melalui kinestik. Meskipun buku bacaan permulaan menyajikan materi yang layak, Anda mungkin mempunyai keinginan untuk menggunakan surat kabar, majalah, dan katalog untuk mengajarkan membaca kepada pembaca dewasa.

      Anda tahu bahwa perkembangan ketrampilan itu tidak terikat pada materi dan metode tertentu atau pun pada tingkatan kelas. Pada hakikatnya, ketrampilan itu adalah ketrampilan. Kita tidak mengenal ketrampilan anak peringkat kata satu atau anak kelas enam atau kelas delapan. Berdasarkan hal tersebut, Anda sebagai guru dituntut untuk menyadari seluruh ketrampilan. Supaya sampai pada faktor-faktor yang diperlukan anak pada suatu tingkat perorangan, Anda harus mengetahui ketrampilan yang mana yang kan mendahului ketrampilan yang sedang diajarkan itu dan ketrampilan mana yang mengikutinya.
      
    *

      Ketrampilan itu mempunyai sifat berlanjut. Meskipun ketrampilan itu tidak terikat pada tingkatan kelas anak, namun kaitannya tetap tampak. Ini tidak berarti bahwa Anda harus mengajarkan konsonan awal sebelum mengajarkan konsonan akhir, tanda titik sebelum tanda tanya, atau membaca fakta sebelum membaca untuk mencari ide utama. Anak akan mampu mencari materi sumber secara mandiri setelah menguasi ketrampilan-ketrampilan prasyarat.
      
    *

      Ketrampilan itu digeneralisasikan. Di samping objektif dan bertahap, ketrampilan itu bersifat tergeneralisasikan. Ketampilan dasar dalam membaca dapat digeneralisasikan sehingga anak yang telah menguasai ketrampilan tersebut dituntut untuk menerapkannya kapan saja dan di mana m saja jika situasinya menghendaki penggeneralisasian itu. Jika anak telah menguasai cara memahami kata secara mandiri, baginya tidak akan merupakan masalah di mana pun kata itu berada, baik dalam teks matematika, buku latihan geografi, atau pun di dalam sebuah novel. Penggunaan konteks kalimat dalam upaya memahami makna kata merupakan ketrampilan yang sama dan tidak terikat pada pelajaran yang mana pun.

Dalam perkembangan ketrampilan  dikenal tahapan-tahapan, atau tngkatan-tingkatan. Kata tahapan dan tingkatan dalam pembicaraan tentang proses perkembangan ketrampilan tidak mempunyai arti tingkat-tingkat yang berlainan makna. Seorang anak tidak perlu berhenti berkembangan untuk ketrampilan tertentu karena dia harus mulai mengembangkan ketrampilan lainnya.

    *

      Dasar proses perkembangan ketampilan ialah perkembangan konsep. Hal tersebut mulai dengan penglaman anak yang mula-mula sekali yang terus berkembang seumur hidupnya. Perkembangan konsep itu merupakan prasyarat untuk membaca, sama juga halnya untuk menyimak dan berbicara. Pengembangan konsep itu merupakan bank pengetahuan yang bagi anak berfungsi sebagai tempat menyimpan dan mengambil informasi secara terus-meneus. Dalam pertumbuhannya itu anak-anak tumbuh dan berubah, demikian juga pebendaharaan konsepnya akan terus tumbuh dan berubah-ubah.

      Pertumbuhan dan perubahan konsep anak banyak bergantung pada latar belakang pengalamannya. Anak yang mmpunyai semacam lingkungan saja, tingkat komunikasi yang itu-itu juga, serta pengalaman yang sejnis, akan tehambat perkmbangan kosakatanya. Anak mengenalmakna kata-kata itu mellui pendengaran penggunaannya dan upaya menggunakannya sendiri.
    *

      Tahap perkembangan yang kedua merupakan pengenalan danidentifikasi. Pada waktu anak membina dasar-daar konsep yang pertama dia mulai pula menghubungkan konsep-konsepnya itu dengan stimuli tertentu. Contoh yang jelas mengenai hal ini dalam keiatan membeca ilah pengenalan huruf dan kata. Dia belajar menghubungkan huruf dan kata atau kombinasi huruf dan kombinasi kata itu dengankonsep-konsep yang bermakna baginya. Jika dia brhasil mengkombinsikankeduanya itu, ialah stimulus dan konsep, maka dia pun memperoleh makna dari pengalamannya itu.
    *

      Tahapankeiga perkembangan itu merupakan interpretasi mengenai informaasi . Anda tentutahubahwa anak sudah mulai dengankegiatan menginterpretasikan informasi itu sejakawal proses, meskipun upayanya itu belum jelas., Dalam hal kita perlu membedakan dua interpretawsi: yang literal dan yang inferensial. Interpretasi literal ialah interpretasi fakta keika faka  itu dihadapkan . Contoh interpretasi literal yang merupakan ketrampilan pemahaman tampak pada kaliamat dan pertanyaa di bawah ini.

      Colombus menemukan benua Amerika tangga 12 Oktober 1492.

      (1) Siapakah yang menemukan benua Amerika?
      (2) Kaankah Colombus menemukan Amerika?
      (3) Negri apaka yang ditemukan Colombus?

Meski kkedua contoh itu terlalu disederhanakan, bentuknya sama dengan tes untuk mengetahui interpretasi literal. Anda melihat bahwa tuagas tersebut lebih dari menyuruh mencocokkan fakta dan pertanyaan. Jika anak tidak diizinkan melihatk kembali kalimat-kalimat stimulus, berarti kita telah memasukkan unsur ingatan ke dalamnya. Pernyataan stimulus yang sama boleh digunakan sebagai dasar pertanyaan  yang bersifat inferensial, seperti, Menurut pikiranmu, bagaimana kira-kira perasaan Colombus saat melihat Amerika pertama kali? Pertanyaan yang terakhir ini mengubah isi harapan, oleh sebab itu, mengubah pula penugasannya.

Perbedaan utama antara interpretasi literal dan interpretasi inferensial terletak pada harapan siswa itu sendiri. Sifak ekstrinsik seperti yang tampak pada ketiga pertnyaan dan sifat intrinsik seperti tampak pada pertanyaan terkahir merupakan hal perlu dipahami. Untuk melukiskan perbedaan antara inerpretasi literal dan interpretasi inferensial cobalah perhatikan paragraf berikut ini dan pertanyaan-pertanyaan yang mengikutinya yang bersifta inferensial.

      Joko menaruh sepeda barunya  di trotoar persis di depan rumah Kino. Kino melihat-lihat sepeda itu. Dia ingin benar memiliki sepede baru seperti itu. Kepunyaanya sudah tidak keruan catnya, bunyi-bunyi berdenyit dan gemeretak pun terdengar jika Kino menaikinya. Akan tetapi, sepeda baru sangat mahal sekarang, sedangkan Kino sangat miskin.

      Pertanyaan

      (1) Bagaimana kamu tahu bahwa Kino tidak punya seeda baru?
      (2) Dimanakah ceita iotu terjadi?
            a. di desa
            b. di kota
            c. di daerah perkebunan

      (3) Menurut pikianmu,apa sebababnya Joko mau supaya Kino melihat seepeda barunya
            itu?

Bagaiman pendapat anda tentang pertanyaan-pertanyaan di atas itu ? Memang benar, untuk menjawab ketiga pertanyaan itu diperlukan tiga macam informasi. Ada tiga macam informasi untuk menjawab pertanyaan yang pertama : (1) Kino ingin sekali sepeda baru ; (2) Sepeda Kino sudah berbunyi-bunyi dan tidak keruan lagi catnya; dan Kino sangat miskin.

Untuk menjawab pertanyaan kedua, hanya ada informasi yang bisa digunakan. Baik di desa maupun di perkebunan tidak ada trotoar. Oleh sebab itu, dapatlah dipastikan bahwa kejadian itu berlangsung di kota.

Terhadap pertanyaan ketiga tidak ada jawaban yang benar yang bisa diberikan . Kita tidak mempunyai fakta sebagai dasar jawaban kita. Dalam hal ini setiap jawaban yang logis haruslah dianggap benar. Jawaban kita mungkin mencerminkan pengalaman yang mempunyai kesamaan dengan alasan untuk menunjukkan benda baru yang kita miliki.

Dengan demikian inferensi itu meliputi interpretasi dan kombinasi fakta dan pengalaman apapun yang kita miliki yang dapat kita gunakan untuk memenuhi harapan kita. Pada suatu waktu tertentu inferensi itu bisa meliputi analogi, pengenalan, interpretasi, dan terjemahan atas suatu fakta. Pada waktu lain lagi inferensi itu bisa menuntut kita untuk memintasi pengalaman pribadi pada waktu berupaya untuk mengidentifikasi secercah informasi yang mempunyai relevansi dengan harapan.

Tahap proses perkembangan ketrampilan yan keempat ialah aplikasi dan generalisasi. Meskipun akan sudah memiliki dasar konsep yang boleh dikatakan layak dan menguasai ketrampilan-ketrampilan yang terlibat ke dalam rekognisi atau pengenalan, identifikasi, dan interpretasi informasi, prosesnya belum tentu lengkap. Dia boleh jadi belum memiliki kemampuan untuk menerapkan dan menggeneralisasikan ketrampilan dan informasi yang diperolehnya itu. Dia tidak akan sampai pada taraf pembaca yang mandiri sebelum memiliki kemampuan tersebut.

Kita dapat melihat contoh-contoh penerapan dan generalisasi itu pada setiap tahapan proses perkembangan. Generalisasi dan interpretasi itu merentang dari pengenalan, seperti pengenalan ciri-ciri melati, ros dan kenanga sebagai bunga, c kecil, C kapital dan c tulisan tangan itu dibunyikan sama. Kemampuan anak itu belum cukup jika berhenti pada pengenalan. Dia baru boleh dianggap menguasai informasi itu jika sesudah mengenalnya mampu pula mengaplikasikannya dan menggeneralisasikannya.








Artikel:
BAGAIMANA MENINGKATKAN MUTU HASIL PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH

Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum.
Nama & E-mail (Penulis): Diba Artsiyanti Ediyana Putri
Saya Guru di PIKMI Ganesha
Tanggal: 2 Maret 2002
Judul Artikel: BAGAIMANA MENINGKATKAN MUTU HASIL PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH
Topik: Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah

Artikel:
Diba Artsiyanti E.P. , S.S.

Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu kemampuan yang sangat menentukan dalam memperoleh lapangan kerja akhir-akhir ini. Fenomena inilah yang mendasari munculnya berbagai macam kursus Bahasa Inggris di seluruh wilayah Indonesia. Terlepas dari bagaimana sesungguhnya mutu dari kursus-kursus Bahasa Inggris yang ada di Indonesia ini, tersirat suatu keadaan yang memprihatinkan yaitu kurang baiknya mutu hasil pengajaran Bahasa Inggris di sekolah-sekolah.

Mengapa penulis mengambil kesimpulan demikian? Tentunya bukan tanpa dasar. Secara logika, kita dapat mengajukan argumentasi bahwa tidak mungkin kursus-kursus Bahasa Inggris sedemikian menjamurnya di Indonesia jika hasil pengajaran Bahasa Inggris di sekolah ternyata memuaskan. Jika demikian halnya, maka kursus Bahasa Inggris yang ada hanyalah yang ditujukan untuk kepentingan-kepentingan khusus seperti untuk memperoleh sertifikat TOEFL, IELTS, dan lain-lain serta bukan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Tapi kenyataannya, mayoritas kursus Bahasa Inggris yang ada adalah yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, bukan untuk tujuan-tujuan lain.

Keadaan ini tentunya menimbulkan masalah. Bagi para siswa yang datang dari keluarga menengah ke atas, masalah kesulitan berbahasa Inggris ini dapat diatasi dengan mudah. Mereka tinggal menunjuk kursus Bahasa Inggris mana saja yang mereka suka dan mulai belajar. Tetapi, bagaimana halnya dengan para siswa yang berasal dari kalangan bawah? Hal ini tentunya merupakan kesulitan tersendiri karena, kadang-kadang, jangankan untuk membayar uang kursus, untuk makanpun mereka masih harus mencari uang selepas sekolah. Lalu apa dampaknya? Tentu sangat jelas. Karena perusahaan-perusahaan papan atas yang ada di negara ini selalu mencantumkan persyaratan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu syarat untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut, maka hilanglah kesempatan para siswa yang berasal dari kalangan bawah ini untuk dapat masuk ke wilayah kerja yang dapat memberikan penghasilan yang lebih besar. Mereka akhirnya hanya dapat bekerja di perusahaan-perusahaan kecil yang tidak mensyaratkan kemampuan berbahasa Inggris dengan gaji yang sangat jauh tingkatannya dengan perusahaan asing. Dengan demikian, taraf kehidupan mereka tentunya tidak akan jauh berbeda dengan taraf kehidupan orang tua mereka sebelumnya.

Dengan memandang alasan-alasan tersebut di atas, apakah kita sebagai guru Bahasa Inggris tidak tergerak untuk berupaya meningkatkan kemampuan siswa berbahasa Inggris melalui pelajaran Bahasa Inggris di sekolah? Sebagai kalangan yang sering disebut-sebut sebagai Pahlawan tanpa Tanda Jasa, sangatlah tidak layak jika kita ingin dianggap sebagai pahlawan tetapi tidak berupaya untuk memajukan siswa-siswa kita. Di tengah-tengah munculnya fenomena segelintir guru-guru yang mengejar materi untuk kepentingan pribadi dengan memanfaatkan muridnya, marilah kita usik kembali jiwa pengabdian kita untuk berupaya meningkatkan hasil pengajaran Bahasa Inggris di sekolah agar siswa-siswa kita yang berasal dari kalangan bawah tidak semakin terpuruk dan tidak akan kalah dari siswa-siswa lain yang berasal dari kalangan berada.

Masalah-Masalah yang Timbul dalam Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Jika kita renungkan lebih dalam, adalah hal yang sangat luar biasa bahwa siswa yang telah belajar Bahasa Inggris selama minimal 6 tahun (sejak SMP) setelah lulus SMA masih tidak dapat berbicara dalam Bahasa Inggris, bahkan untuk memperkenalkan diri sendiri sekalipun. Disebut luar biasa karena jika siswa tersebut mengikuti kursus general english di suatu lembaga kursus dalam waktu yang sama, maka dapat dipastikan siswa sudah sangat mampu berbincang-bincang dalam Bahasa Inggris, bahkan mungkin sudah dapat memahami Bahasa Inggris untuk tingkatan drama, puisi, dan lain-lain. Jadi, mengapa hal ini bisa terjadi?

Berdasarkan hasil pengisian kuestioner yang penulis pernah buat pada tahun 1996 untuk tugas kuliah, terdapat beberapa masalah yang, menurut para siswa, menghambat mereka untuk menguasai Bahasa Inggris. Masalah-masalah tersebut adalah:

      1. Jarangnya guru berbicara dengan Bahasa Inggris di dalam kelas. Hal ini dirasakan menghambat oleh para siswa karena menurut mereka, mereka jadi tidak terbiasa mendengar orang lain berbahasa Inggris.
      2. Pelajaran terlalu ditekankan pada tata bahasa (dan bukan pada percakapan), tetapi siswa jarang diberi arahan mengenai bagaimana dan apa fungsi dari unsur-unsur tata bahasa yang mereka pelajari tersebut.
      Berdasarkan hasil kuestioner dan hasil tes pada para siswa, terlihat bahwa rata-rata siswa menguasai pola-pola tata bahasa Inggris (misalnya struktur untuk simple present tense, dan lain-lain) tetapi, SISWA TIDAK MENGETAHUI KAPAN STRUKTUR TERSEBUT HARUS DIGUNAKAN DAN BAGAIMANA PENGAPLIKASIANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI. Ini merupakan hal yang sangat luar biasa karena Bahasa Inggris, sama halnya seperti Bahasa Indonesia, akan lebih bermanfaat jika dapat digunakan dan diaplikasikan meskipun secara tata bahasa siswa tidak terlalu menguasainya. Bukan berarti bahwa pembelajaran tata bahasa ini tidak penting, tetapi perlu sekali teori-teori tersebut dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
      3. Kosa kata yang diajarkan tidak terlalu berguna dalam percakapan sehari-hari. Banyak siswa yang mengeluhkan bahwa kata-kata yang diberikan oleh guru Bahasa Inggris di sekolah terlalu bersifat teknis, misalnya mengenai industrialisasi, reboisasi, dan lain-lain, sementara siswa tetap saja mengalami kesulitan untuk mengartikan kata-kata yang banyak digunakan pada film, majalah, dan situs-situs internet berbahasa Inggris. Bahkan kadang-kadang, siswa sangat hapal istilah-istilah Bahasa Inggris untuk bidang politik (seperti misalnya reformation, globalization, dan lain-lain) tetapi tidak dapat menyebutkan benda-benda yang biasa mereka pakai sehari-hari dalam Bahasa Inggris (misalnya celengan, selokan, dan lain-lain). Beberapa kalangan siswa bahkan mengatakan bahwa dengan kosa kata seperti yang dipelajari di sekolah tidak mungkin siswa dapat memulai percakapan dengan orang asing dengan menggunakan Bahasa Inggris. Mungkin ada benarnya juga, tidak mungkin tentunya kita tiba-tiba mengajak orang yang baru kita kenal untuk mendiskusikan industrialisasi, misalnya.
      4. Materi pelajaran Bahasa Inggris di SMP dan SMU tidak berkesinambungan Para siswa menyatakan bahwa sering terjadi pengulangan materi (seperti misalnya tenses) yang telah diajarkan di SMP di tingkatan SMU, tetapi tetap saja fungsi dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari kurang jelas.

Jadi, sebagai seorang guru Bahasa Inggris, apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut? Banyak tentunya, karena diakui atau tidak, gurulah yang memegang kendali dalam pengajaran. Yang jelas, kita tidak boleh hanya menyalahkan pihak pemerintah (yang membuat kurikulum) saja tetapi akan lebih baik jika kita mengintrospeksi diri sendiri dan lebih menggali lagi potensi kita untuk mencari pendekatan yang lebih berhasil dalam mengajarkan Bahasa Inggris pada siswa di sekolah.

Kesimpulan dan Saran
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa masih banyak kendala yang harus dihadapi dalam upaya meningkatkan mutu hasil pengajaran Bahasa Inggris di sekolah. Untuk itu, penulis memiliki beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi para sesama pengajar Bahasa Inggris di Indonesia.

      1. Selalu pertahankan kemampuan kita bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris agar kelancaran berbahasa tetap terjaga. Hal ini perlu karena dapat memotivasi murid-murid kita untuk dapat berbicara dengan lancar. Mungkin sulit sekali jika kita tidak pernah bertemu dengan orang yang juga dapat berbahasa Inggris. Oleh karena itu, penulis memiliki usul agar para guru Bahasa Inggris ini memiliki semacam klub (conversation club) untuk ajang bertemu dan bertukar pikiran antar sesama guru Bahasa Inggris di wilayah yang sama. Dengan demikian, keahlian kita dalam menggunakan Bahasa Inggris akan selalu tetap terjaga.
      2. Selalu menekankan fungsi dan aplikasi dari semua unsur tata bahasa yang kita terangkan kepada siswa. Pastikan bahwa siswa benar-benar mengerti kapan mereka harus menggunakan struktur tersebut.
      3. Berikan tambahan kosa kata yang akan bermanfaat untuk percakapan sehari-hari pada siswa dan perkenalkan siswa dengan majalah-majalah remaja berbahasa Inggris agar mereka menjadi gemar membaca dan memperoleh banyak tambahan kosakata dari majalah tersebut. Dengan demikian, siswa akan percaya diri jika harus bergaul dengan remaja asing yang berbahasa Inggris.
      4. Meskipun kita tidak memiliki kekuasaan untuk mengubah kurikulum, setidaknya pastikan bahwa pengulangan materi yang kita berikan merupakan pendalaman mengenai apa yang sudah dipelajari siswa dan bukan hanya mengulang tetapi tidak membuat siswa semakin bisa menerapkannya.

Demikian beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat untuk kita semua. Penulis akan merasa sangat senang jika artikel ini dapat menjadi pembuka forum tukar pendapat untuk para guru Bahasa Inggris. Semoga apa yang telah dipaparkan di atas memberikan manfaat bagi kita semua.

Saya Diba Artsiyanti Ediyana Putri setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .

CATATAN:
Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network.

Pendidikan-DasarSekolah-MenengahPerguruan-TinggiCari-PekerjaanTeknologi&PendidikanPengembangan-Sekolah



Print Halaman Ini